Death Dome Siap Pacu Adrenalinmu!

Gamers
MALANG- Satu lagi permainan mutakhir bergenre RPG Action bakal memanjakan pecinta games di Indonesia. Games berjudul Death Dome kini siap memacu adrenalin para gamers yang gemar dengan aksi menantang ala Resident Evil. “Game ini baru muncul awal November dan kini sudah ramai dimainkan oleh gamers di Malang,” ujar Sanda Dany, sales division Global Teleshop Matos.
Hanya, bagi Anda yang tidak terlalui menyukai game dengan muatan berdarah-darah, ada baiknya menghindari permainan yang satu ini. Death Dome sendiri merupakan game android yang dikembangkan oleh Griptonite Games yang mirip Blood and Glory atau Infinity Blade Series. “Dari judulnya saja sudah bisa dibayangkan seramnya game ini. Tapi kemunculannya memang sudah dinantikan banyak pengguna Android,” lanjut Sanda.
Bagi gamers yang sudah sering bermain Blood and Glory, maka bisa dengan mudah mengenali format permainan Death Dome. Gamers akan dihadapkan pada kasus pertempuran berbeda, dimana lakon perlu menghindar dan menangkis tiap serangan musuh sampai menemukan jendela yang tepat untuk melakukan serangan balik.
Tiap aksi dalam game ini dilakukan dengan kontrol sentuh dan gerak tubuh. Misalnya, menggesekkan layar akan membuat karakter yang dimainkan bisa melakukan serangan. Lalu menggesekkan ke dalam dan menahan tomblok blok akan membuat karakter yang dimainkan memasang perisai untuk memblok serangan musuh.
Jalan cerita Death Dome berkisah tentang virus yang telah merajalela di sebuah kota dan menyebabkan kematian hanya dalam waktu beberapa hari. Hanya sedikit yang bisa selamat dari virus mematikan tersebut. Yang terinfeksi pun lantas dikarantina dalam sebuah tempat berkekuatan bio-kubah untuk menjaga sisa wabah menyebar lebih jauh. Ironisnya, sang tokoh protagonist menemukan dirinya kebal terhadap penyakit dan terjebak dalam bio-kubah yang penuh kekerasan di dalamnya.
Entah disengaja atau tidak, pengembang game meninggalkan banyak misteri di permainan ini. Sulit memprediksi sebetulnya pengembang mendesain alur cerita misterius untuk tujuan nyata atau justru keluar dari imajinasi. Cerita yang sedikit ‘kosong’ memungkinkan games untuk berimajinsi penuh.
Masih menurut Sanda, Death Dome saat ini menjadi game laris di kalangan remaja. Utamanya pelajar SMP dan SMA yang memang dikenal doyan game RPG Action. Apalagi dengan grafis mumpuni, game ini makin terlihat nyata saat digunakan di Android berprosesor mutakhir. Untuk kapasitasnya tak jauh beda dengan game-game lain, cukup menyediakan space sebesar 40 MB. (tom/nda)