Email Spam Menurun, Tapi Lebih Ganas

Jakarta - Serbuan spam alias email sampah seakan tak ada habis. Namun pada kuartal III 2012 ini secara kuantitas peredaran spam menurun. Namun di sisi lain ancamannya lebih berbahaya. Demikian menurut analisa perusahaan keamanan Kaspersky Lab mengomentari turunnya lalu lintas menurunnya spam di jagat internet.
Menurut catatan Kaspersky, dibandingkan kuartal sebelumnya, volume trafik spam di Q3 2012 menurun 2,8 persen dan secara rata-rata menurun 71,5 persen. Di saat yang sama, para pakar mencatat kenaikan yang signifikan dari jumlah surat elektronik berbahaya, dari 3 persen ke 3,9 persen, melanjutkan tren lainnya di tahun ini.
"Dalam batas tertentu, penurunan jumlah spam pada kuartal III bisa jadi karena melemahnya aktivitas bisnis di musim panas. Namun, tren penurunan jumlah spam juga terjadi karena bergesernya iklan dari email ke medium-medium lain seperti banner, media sosial, layanan kupon dan iklan kontekstual," lanjut Kaspersky, dalam keterangannya, Minggu (18/11).
Oleh karena itu, meski ada sedikit lonjakan aktivitas pasca liburan di bulan September, secara keseluruhan tetap saja jumlah spam mengalami tren penurunan.  Migrasi pengiklan, yang menawarkan produk dan layanan yang legal, menjauh dari spam tak bisa dipungkiri menyebabkan peningkatan jumlah spam jahat berisi lampiran berbahaya, iklan barang terlarang atau teknik-teknik penipuan.
Kuartal ketiga 2012 kembali memperlihatkan bagaimana penjahat cyber menunjukkan kecerdikan mereka, dimana menyamarkan pesan spam sehingga tampak seperti notifikasi resmi.  "Di antara email palsu yang ditemukan para pakar Kaspersky Lab adalah pesan-pesan yang diduga (atau terlihat seperti) dikirim oleh hosting provider, sistem perbankan, jejaring sosial, toko online dan berbagai layanan lainnya," imbuh Kaspersky.
Di Q3 ini perhatian khusus diberikan terhadap layanan kupon karena spammer mengambil keuntungan dari popularitas layanan kupon ini untuk menyebarkan tautan dan lampiran berbahaya.
Layanan kupon yang terkenal, Groupon, sepertinya menjadi korban spammer jenis ini melalui email yang dibuat agar terlihat seperti notifikasi resmi dan penawaran-penawaran baru yang mengarahkan penerima yang tak curiga ke situs jahat yang telah dieksploitasi.
Pada Q3 2012 ada sejumlah perubahan dalam hal sumber spam bila dilihat dari pembagian secara regional. Di antara negara-negara pengirim spam terbanyak, dengan perbedaan yang tak pasti, Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan yang tidak mengenakkan, mendorong persentase Amerika Utara hingga mencapai sedikit di atas 27 persen.
Hal ini sudah cukup untuk menempatkan AS di posisi kedua di belakang Asia (yang biasanya memang selalu menjadi pengirim spam terbanyak), di mana Asia bertanggung jawab untuk penyebaran hampir separuh dari semua surat spam di seluruh dunia (49,50 persen).
Di posisi keempat Eropa Barat (6,86 persen) mengalahkan Eropa Timur (3,64 persen) dan hampir menyamai persentase Amerika Latin (7,34 persen) di posisi ketiga.
"Migrasi pengiklan dari spam ke cara-cara lain sebagian karena meningkatnya kriminalisasi spam, dengan banyaknya iklan untuk barang yang dilarang, serta email-email penipuan dan berbahaya," kata Darya Gudkova, Head of Content Analysis & Research Kaspersky Lab.
"Sepertinya kedua tren di atas akan terus berlanjut, seiring menurunnya persentase spam karena pindahnya pengiklan barang dan jasa yang sah ke cara-cara lain," pungkasnya. (dtc/nda)