Waspada Baterai Boros BlackBerry CDMA

MALANG – Ponsel pintar besutan Research In Motion (RIM), BlackBerry kini sudah menjadi salah satu kebutuhan penting. Tingginya pengguna smartphone  ini tidak hanya membuat operator berlomba-lomba menawarkan tarif murah untuk layanannya, tetapi juga membuat banyaknya tipe ponsel BlackBerry yang wara-wiri di tanah air.
Selain menggunakan jalur data GSM, saat ini banyak outlet yang menawarkan BlackBerry CDMA. Harga yang ditawarkan untuk gadget yang satu ini pun jauh lebih terjangkau dibandingkan versi GSM, yakni mulai dari Rp 700 ribuan. Tak heran jika pengguna BlackBerry kini sudah merambah kalangan menengah ke bawah.
BlackBerry berbasis CDMA sendiri memiliki plus minus di mata pengguna. Salah satu kelebihan yang ditawarkan adalah layanan data yang cukup cepat. Bahkan pada operator CDMA tertentu, kecepatan layanan datanya melebihi jalur data GSM.
“Pengguna BlackBerry GSM jumlahnya semakin banyak dari ke hari. Itu sebabnya, kecepatan layanannya mulai melemah. Berbeda dengan CDMA. Penggunanya belum terlalu banyak sehingga jalurnya masih banyak yang kosong. Apalagi saat ini operator CDMA menawarkan layanan EVDO yang kecepatannya tak kalah dengan kecepatan 3G milik GSM,” beber pengguna BlackBerry CDMA, Fadhila Mariana.
Perempuan yang akrab disapa Dina ini menambahkan, alasan lain memilih BlackBerry CDMA adalah karena tarif yang ditawarkan jauh lebih terjangkau. Untuk layanan lengkap BlackBerry pada operator GSM selama satu bulan rata-rata dibanderol dengan harga Rp 99 ribu. Sedangkan pada operator CDMA, paket lengkap layanan BlackBerry-nya hanya dibanderol dengan harga Rp 70 ribu.
Meski memiliki beragam poin yang menguntungkan, bukan berarti pengguna BlackBerry bisa leluasa. Jalur CDMA yang digunakan untuk mendukung layanan ini juga menimbulkan beberapa kelemahan. Salah satunya adalah baterai menjadi lebih boros. Menurut teknisi ponsel, Joe Blink, baterai pada BlackBerry CDMA cepat habis karena secara kontinyu terus mencari sinyal.
“Sinyal pada BlackBerry CDMA kurang stabil dibandingkan dengan GSM. Setiap saat ponsel ini mencari sinyal sehingga kerja baterai menjadi lebih berat. Itu sebabnya, baterai pada Blackberry cepat sekali drop,” ungkap Joe.
Untuk mengatasi masalah ini, Joe menyarankan pengguna BlackBerry CDMA menyiapkan baterai alternatif. Atau setidaknya pengguna memilih bateri dengan kekuatan ganda atau double power agar ponselnya bisa hidup lebih lama. (nda)