Cemerlang Berkat Layar Bravia Ekstra Besar

MALANG- Satu lagi produk Sony menyapa pecinta gadget kelas atas. Diklaim sebagai ponsel Sony dengan spek terbaik saat ini, Xperia Ion sudah bisa didapatkan di Malang dengan harga berkisar Rp 4,7 jutaan. Fiturnya kurang lebih sama seperti Xperia S yang bersistem Android. Yang paling membedakan Xperia Ion dengan Xperia S adalah layarnya yang lebih besar, adanya slot micro SD dan desain yang agak berbeda.
Maklum saja, Xperia Ion bukan termasuk seri NXT, yang ditandai dengan tidak adanya bar transparan di bagian bawah. Lainnya kurang lebih berfitur sama, yakni kamera belakang 12 MP, layar HD 720p dengan Bravia Engine, OS Android 2.3 Gingerbread, prosesor Qualcomm Snapdragon 1.5 GHz, GPU Adreno 220, RAM 1GB, port Micro SIM dan port HDMI. Lantas, apa kelebihan lain Xperia yang satu ini dibanding seri-seri lainnya?
Impresi pertama yang muncul ketika melihat dan memegang ponsel ini adalah ukurannya yang besar dan berat. Bagian belakang melengkung mengikuti lengkungan telapak tangan sehingga genggaman ponsel lebih mantap. Jika disebut ukurannya besar dan berat ternyata tidak juga. Meski dimensinya lebih besar tetapi beratnya sama, yakni 144 gram.
Resolusi 1280x720 di bidang 4.6 inci membuat Xperia Ion menembus batas 300 piksel per inci, tepatnya 319 ppi. Bravia Engine membuat tampilan foto dan video sangat menarik, warna yang ditampilkan cukup impresif. “Layar besar menjadi salah satu keunggulan Xperia Ion, sehingga tampak eksklusif. Kualitasnya juga tak perlu diragukan,” terang Sindy Meyrilda, Promotor Sony.
Untuk desain sendiri mirip dengan Xperia P, dengan sudut-sudut lancip, serta bagian belakang stainless yang membuat built quality dan material dari ponsel ini terasa mewah. Semua tombol ada di sebelah kanan, yakni lock/power, tombol volume dan tombol kamera. Port HDMI dan micro USB ada di sebelah kanan sementara jack audio 3.5 mm ada di bagian atas. Slot micro SIM dan micro SD ada di belakang ponsel, tersembunyi di balik bagian atas ponsel dan mesti digeser, suatu hal yang agak menyulitkan. Sayangnya, baterai 1900mAh pada ponsel ini bersifat paten alias tidak bisa diganti-ganti.
Untuk user interface pada Xperia Ion hampir sama dengan smartphone Xperia dengan OS 2.3 Gingerbread lainnya. Memiliki homescreen dengan lima halaman yang dapat ditambahkan widget dan akses pintas ke aplikasi, pengguna dapat megubah Wallpaper, juga mengubah tema. “Walaupun masih Gingerbread, tapi Xperia ion disokong dapur pacu yang brilian,” lanjut Sindy.

Cubit layar homescreen maka akan muncul Overview Mode. Terdapat tujuh Themes aksen warna yang dapat dipilih yaitu Silk, Turquoise, Emerald, Sapphire, Gold, Ruby dan Amethyst. Perpindahan layar dari halaman ke halaman cukup lancar walaupun banyak widget yang terpasang, hal yang wajar mengingat prosesornya sudah dual core 1.5GHz ditambah lagi dengan GPU Adreno 220.
“Secara keseluruhan, Xperia Ion punya kecepatan dan kemampuan luar biasa walaupun bodi nya terbilang bongsor dan baterainya tidak bisa diganti-ganti,” bebernya kepada Malang Post. (tom/nda)