Nikon: Masa Depan Teknologi adalah Konektivitas

JAKARTA - Di Inggris, penjualan kamera fixed-lens mengalami penurunan. Olympus mengakui, bahwa hal ini terjadi akibat persaingan compact camera dengan smartphone. Lantas bagaimana strategi produsen kamera dalam menghadapinya?
Mengenai pertanyaan yang dilontarkan British Journal of Photography mengenai hal ini, salah satu pemain di bisnis kamera yakni Nikon sudah memiliki jawabannya.
"Masa depan teknologi adalah konektivitas," ujar Jeremy Gilbert, grup marketing manager di Nikon UK menyampaikan strategi perusahannya. Maka, pihaknya pun sudah menjawab tantangan ini dengan merilis S800c yang dirilis beberapa bulan lalu.
"Kamera ini menitikberatkan pada peningkatan konektivitas antara smart device, image berkualitas dan proses berbagi secara instan lintas piranti dan platform media sosial," tambahnya sedikit berpromosi.
Nikon S800c sendiri untuk menghadirkan konektivitas yang dibahas itu, telah diperkuat dengan sistem operasi Android. Sama seperti Samsung Galaxy Camera, kamera ini juga memiliki kemampuan mendownload aplikasi termasuk sharing foto ke Facebook, Twitter hingga Instagram.
Namun meski demikian, berbeda dengan Olympus, Nikon menampik market mereka digerus oleh kepopuleran smartphone. "Kamera dan smartphone memiliki kemampuan berbeda sehingga audiencenya juga berbeda," papar Gilbert.
Seperti disebutkan di atas, penjualan fixed-lens camera di Inggris menurun menjadi 4,6 juta di periode Juni 2011 sampai Mei 2012, demikian dikutip dari BJP, Selasa (4/12/2012). Menurut GfK, penjualan kamera kategori ini di tahun sebelumnya adalah sebesar 5,2 juta pada periode yang sama.
"Disebabkan oleh meningkatnya popularitas smartphone yang dilengkapi kamera digital dengan fungsi high-spec, makin banyak produk yang bersaing dengan kamera kompak digital low-cost," tukas juru bicara Olympus, Ayako Nagami kala itu.(jpnn/eno)