Selamatkan Muka Nokia

MALANG- Nokia memang baru saja merilis Windows Phone terbarunya, Lumia 510. Untuk seri Asha, masih ada seri 311 yang sudah cukup mumpuni. Namun bukan berarti Asha 305 dan Asha 308 kehilangan pamor. Dua ponsel dual SIM itu terbukti masih diminati. Selain harganya yang miring, fiturnya tak boleh diremehkan.
Fitriah Ajeng, Front liner 3 Putra Cell mengungkapkan, dua seri Asha ini cukup laris di pasaran karena kemampuan dual GSM-nya tersebut. Apalagi bila dibandingkan produk Cina, Nokia dinilai lebih mentereng. "Dibandingkan produk Cina, Nokia memang masih menjadi pilihan utama. Apalagi harga Asha 305 cuma Rp 825 ribu dan Asha 308 Rp 925 ribu. Cukup terjangkau," paparnya kepada Malang Post.
Sebagai ponsel dual SIM, Asha 305 menyediakan hotswap SIM 2 yang terletak di sisi bodi ponsel. Saat memasang kedua SIM, terdapat opsi SIM dan notifikasi 'Choose your SIM Option' yang menuntun pengguna untuk memilih SIM mana yang akan digunakan untuk personal selection meliputi SMS, call, MMS maupun data connection.
Sayang, tak ada tombol untuk pilihan SIM 1 dan 2 (seperti yang biasa terdapat pada ponsel Cina berbasis dual SIM). Tapi, saat hendak melakukan panggilan, akan muncul opsi SIM diwakili dengan gambar telepon hijau 1 dan 2 untuk dipilih.
Sebagai tambahan, port untuk SIM card 2 berkonsep easy swap. Artinya, pengguna bisa menggonta-ganti kartu SIM kedua dengan leluasa tanpa harus membuka baterai. "Lumayan praktis bagi mereka yang sering berganti SIM card," jelas gadis yang akrab dipanggil Fitri ini.
Senada dengan 305, Asha 308 juga memiliki kelebihan Easy Swap Dual-SIM. Sangat memudahkan pengguna dalam menukar dua keping SIM card tanpa harus melepas baterai. Otomatis pergantian kartu tak harus mematikan ponsel.
Hanya saja, Asha 308 yang dilego lebih mahal Rp 100 ribu telah disokong spek yang lebih mutakhir. Ponsel ini telah mengusung teknologi layar sentuh kapasitif 3 inci, prosesor 800MHz, dukungan microSD sampai 32GB dan baterai 1100mAh.
Dari sisi software, Asha 308 punya keunggulan melalui Nokia Xpress Browser, peramban bawaan yang diklaim mampu melakukan kompresi data sampai 90 persen. Walhasil, pengalaman berinternet menjadi lebih cepat dengan pemakaian data lebih hemat. Sayang, gadget besutan Nokia ini masih belum mendukung jaringan 3G.
Sementara Nokia Asha 305 mendukung konsep full touchscreen dengan layar cukup besar mendominasi sektor depan bodi. Menilik bagian user interface, Asha 305 membawa beberapa penyegaran pada segmen low end-nya Nokia. Untuk segmen low end, fasilitas pengeditan atau pengetikan terbilang nyaman. Teknologi akselerometer pada Nokia Asha 305 mendukung tampilan papan ketik alfanumerik dan papan QWERTY virtual. Soal koneksi internet, Nokia Asha 305 hanya mengandalkan teknologi 2G (GPRS/EDGE). (tom/nda)