Berkat Kinect, Main Game Tak Perlu Sentuh Kontroler

MALANG- Teknologi yang dapat membaca gerakan manusia secara akurat mungkin belum disematkan dalam sebuah perangkat ponsel. Namun, melihat semakin berkembangnya spesifikasi hardware dan software ponsel, mulai untuk keperluan keamanan hingga kesenangan semisal game, maka tak mustahil bila sensor tersebut diterapkan dalam sebuah perangkat, baik ponsel maupun tablet.
Sampai sekarang, nyaris tiap konsol game besar sudah dipersenjatai teknologi sensor gerak. Bila dulunya sebatas menggunakan joystik klasik, kini bermain game bisa dengan menggerakan seluruh tubuh gamers. Salah satunya diaplikasikan Xbox dengan Kinect-nya. Bagaimana  cara kerja piranti yang membuat kita sama sekali tak perlu memegang kontroler saat bermain game ini?
Kinect adalah perangkat sensor gerak Microsoft untuk game konsol Xbox 360 dan PC Windows. Sebagai periperal tambahan bergaya webcam, perangkat yang disematkan buat Xbox 360 ini menjadi kontroler tanpa harus menyetuhnya, melainkan hanya gerak tubuh dan perintah suara.
Dulu prototipe kamera Kinect Microsoft lengkap dengan mikrofonnya sempat dijual seharga US$ 30 ribu. “Sekarang harganya sudah jauh lebih terjangkau. Kinect bisa didapatkan seharga Rp 1,195 juta. Perangkat ini seolah menjadi alat tambahan wajib buat Xbox 360,” terang Riswan Ardiansyah, frontliner Super Game Mall Olympic Garden (MOG).
Kinect dapat menghasilkan image 3D dari sebuah objek dan mengikuti pergerakan dari objek tersebut karena dilengkapi seperangkat hardware dan software. Kinect dikembangkan dengan teknologi software Rare, cabang dari Microsoft Game Studios yang dimiliki Microsoft dan teknologi kamera buatan delevoper PrimeSense.
PrimeSense mengembangkan sistem yang dapat menerjemahkan gerakan spesifik sehingga tangan pengguna dapat melakukan kontrol terhadap perangkat. Sensor Kinect merupakan bar horisontal yang dihubungkan ke pusat sensor di tengahnya dan didesain memposisikan menurut panjangnya ke atas atau ke bawah dari tampilan video. Perangkatnya dilengkapi kamera RGB, sensor kedalaman dan mikrophone multiarray dengan software khusus. “Sehingga dapat menampilkan gambaran pergerakan 3D, pengenalan wajah dan kemampuan pengenal suara,” beber Riswan kepada Malang Post.
Software pada Kinect konon dapat secara simultan mengikuti pergerakan hingga enam orang termasuk dua pemain aktif. Karena motor penggerak Kinect dapat bergerak hingga sudut curam, maka sumber daya yang dibutuhkan tidak memadai jika hanya berasal dari Xbox 360. Oleh sebab itu, konektor Kinect mengkombinasikan port USB dan sumber listrik tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (tom/nda)