Voltase Lebih Kecil, Charger Portable Sedot Daya Baterai

MALANG- Charger portable atau yang lebih akrab disebut power bank seolah menjadi piranti wajib pendamping smartphone. Semakin banyaknya gadget yang mengusung baterai lithium dengan sistem pengisian baterai sederhana membuat ketergantungan terhadap power bank kian meningkat dari hari ke hari.
Apalagi bagi mereka yang sering berkomunikasi menggunakan ponsel yang daya tahan baterainya terbatas, padahal koneksinya selalu terhubung dengan BTS, baik untuk komunikasi sederhana hingga akses internet, maka charger portable adalah solusi efektif saat tidak ada colokan listrik.
Di manapun berada, user bisa mengisi daya baterai dengan perangkat ini. Charger portable telah menyimpan daya maksimal lalu akan mengalirkan listrik ke perangkat yang disambungkan. “Meski terlihat simpel sebenarnya kita harus selektif memilih charger portable yang tepat,” ujar Indra Brata, Frontliner Anis Cell Malang.
Menurut Indra, hal utama yang wajib diperhatikan ketika memilih charger portable adalah memastikan voltase output-nya sama atau lebih besar dari voltase baterai ponsel. Umumnya, ponsel biasa dan tablet memiliki voltase 3.5 volt. “Pastikan voltase charger portable-nya 3.5 volt atau lebih. Kalau kurang, justru akan menyedot daya baterai ponsel sampai habis,” terangnya kepada Malang Post.
Tak kalah penting adalah selektif memilih ukuran charger portable yang tepat. Bicara soal ini, tentu saja berarti terkait dengan fisik dan kapasitas. Bisa dipastikan, dengan kapasitas tidak terlalu besar, maka ukuran pun juga tidak besar.
Ukuran yang kecil memungkinkan piranti ini bisa dibawa ke mana-mana. Bisa masuk saku celana, jaket atau tas kecil. Begitu sampai rumah, langsung bisa diisi lagi. “Bila berniat bepergian ke lokasi yang jauh dan rentan tidak ada colokan listrik, ada baiknya memiliki charger portable berukuran besar,” tukas Indra.
Kapasitas baterai dan charger portable ditunjukkan dengan satuan mAh (miliAmp hour). Info tersebut bisa dilihat pada spesifikasi yang tertera di baterai dan charger portable. Namun, perlu diketahui juga bahwa banyaknya daya yang disalurkan ke perangkat lain tidak akan mutlak 100 persen sebesar daya yang dimiliki charger. “Banyak faktor yang mempengaruhi, antara lain temperatur, fluktuasi, voltase dan rasio discharge,” paparnya lebih lanjut.
Saat ini, charger portable mudah didapatkan di outlet-outlet piranti pelengkap ponsel. Harganya pun bervariasi. Mulai dari berkapasitas 2500 mAh seharga Rp 200 ribuan, 5000 mAh dibanderol Rp 350 ribu, ada yang sudah 13000 mAh dijuaal Rp 450 ribu hingga yang berkemampuan 18000 mAh dilego Rp 1,9 jutaan. (tom/nda)