Nokia, Riwayatmu Kini...

MALANG- Diakui atau tidak, setahun terakhir pasar Nokia di Indonesia tengah menurun. Padahal, selama hampir satu dasawarsa ini Nokia memiliki pasar yang sangat besar di tanah air. Sampai-sampai ada beberapa produk Nokia yang mendapat julukan Hape Sejuta Umat.
Kemerosotan tersebut bisa jadi disebabkan karena pengguna beralih ke produk bersistem operasi Android, BlackBerry dan Apple iPhone. Nokia enggan menggandeng Android dan lebih memilih bertahan dengan sistem operasi yang menjadi pilihannya sendiri seperti Windows. Padahal jika boleh jujur, saat ini jaman keemasannya Android dan masyarakat dunia tengah mengelu-elukan sistem operasi besutan Google tersebut.
“Sekarang musimnya Android. Sepertinya orang masih belum terlalu tertarik dengan Windows Phone di Nokia. Karena itu peminatnya merosot. Mengikuti hukum pasar, jika peminatnya turun, harga ponselnya pun ikut terjun,” beber Mar’atus Solichah, Frontliner Sega Cell Malang.
Tak tanggung-tanggung, ada tiga produk yang dilego jauh lebih murah dengan harga awalnya. Itu pun sengaja ditutupi dengan label promosi akhir tahun. Yaitu, Lumia 900, Lumia 800 dan tipe X2-02. Untuk Lumia 800 harga sebelumnya Rp 3,499 juta turun jadi Rp 3,049 juta, Lumia 900 dari Rp 4,499 juta turun sampai Rp 4,049 juta, serta Nokia X2-02 dari harga Rp 715 ribu menjadi Rp 675 ribu.
Keterpurukan Nokia tidak hanya berakibat pada merosotnya harga jual ponsel baru di pasaran. Harga jual kembali di pasar jual beli ponsel second juga mengalami hal yang sama. Beberapa tahun sebelumnya harga jual kembali dan harga second ponsel besutan Finlandia ini selalu memegang kedudukan istimewa. Bahkan beberapa produk yang laris manis di pasaran, seperti Nokia E63 harga jual secondnya selisih tipis dengan harga baru.
“Rata-rata harga jual kembali ponsel Nokia jeblok. Peminatnya mulai merosot, tidak seperti dulu,” urai wanita yang akrab dipanggil Ika itu.
Turunnya harga jual kembali ponsel Nokia ini banyak dikeluhkan oleh pengguna ponsel yang hobi gonta-ganti. Tak heran jika mereka akhirnya memilih aman dan tidak memilih ponsel ini jika memang berniat menggantinya di kemudian hari.
"Harga jual kembali ponsel Nokia sudah tidak seperti dulu lagi. Kalau dulu, mau gonta-ganti, tidak terlalu rugi. Tapi kalau sekarang, lebih baik saya memilih merk lain karena selisihnya tidak terlalu jauh," kata Fonny Tasya, salah satu pengguna Nokia. (tom/nda)