BlackBerry 10, Antara Optimis dan Optimis

MALANG- Jelang tutup tahun 2012, Research in Motion (RIM) telah mengumumkan bahwa awal tahun depan, mereka akan memperkenalkan BlackBerry 10. Rencananya, smartphone generasi paling gres dari RIM itu akan dilaunching pada 30 Januari 2013. BB 10 diyakini bakal menjadi jagoan RIM untuk menaikkan pamor BlackBerry yang terus merosot dalam persaingan smartphone belakangan ini.
Bicara soal pamor BlackBerry di Indonesia, saat ini trennya memang tidak seheboh dulu. BlackBerry memang masih menjadi salah satu smarthone pilihan pecinta gadget di tanah air. Tapi, lama kelamaan popularitasnya disalip smartphone berbasis Android. Karena itulah, hadirnya BlackBerry 10 diprediksi mampu mengembalikan kejayaan BlackBerry sebagai ponsel pintar terlaris di nusantara.
Beragam respon mengiringi bakal masuknya BlackBerry 10. Diantaranya optimis, namun tak sedikit yang pesimis gadget ini bisa suukses di pasaran. “Sudah bukan rahasia lagi kalau BlackBerry 10 sebentar lagi dirilis. Tapi apakah akan jadi pilihan utama konsumen, kami belum bisa memastikan. Hanya saja saya pribadi cukup yakin BlackBerry 10 akan disukai,” ujar M Prasetyo, Frontliner Ceko Cell Malang berpendapat.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, RIM kabarnya mempersenjatai BlackBerry 10 dengan tiga fitur mutakhir yang belum pernah ada pada varian BlackBerry sebelumnya. Fitur yang pertama adalah kemudahan dalam melakukan pindah aplikasi secara smooth tanpa jeda. Jadi, pengguna yang ingin beralih aplikasi tidak harus kembali dulu ke tampilan layar utama.
Fitur yang kedua adalah software kamera layaknya mesin waktu. Software kamera ini dapat merekam gambar sebelum tombol rana ditekan. Jadi pengguna seolah bisa mengembalikan waktu untuk memilih gambar dengan momen terbaik. Sedangkan fitur ketiga adalah smart virtual keyboard, yang memungkinkan munculnya kata-kata yang akan diketik bahkan sebelum pengguna memencet deretan huruf.
Keyakinan serupa juga dirasakan Anwar Ubaidilah. Frontliner Aero Cell Malang itu yakin seri BlackBerry terbaru nanti bisa membuat penjualan smartphone besutan RIM tersebut kembali laris manis. Hanya saja dia ragu apakah hal itu bisa melonjakkan kembali pamor BlackBerry. “Dari segi penjualan sepertinya laris. Tapi belum tentu mengembalikan pamor BlackBerry,” tuturnya singkat.
Menurutnya, akan sangat sulit bagi RIM untuk membendung laju smartphone berplatform Android dari berbagai vendor terkemuka. “Sekarang konsumen sedang senang-senangnya dengan smartphone Android. Tak mudah bagi BlackBerry untuk menyalip. Kalaupun orang masih mencari BB, sepertinya masih cenderung cari tipe lama alias yang sudah ada sekarang. Yang dicari dari BlackBerry sebetulnya kan BBM (BlackBerry Messenger),” urainya memprediksi. (tom/nda)