Lokal Suguhkan Fitur Komplit, Branded Jaminan Kualitas

MALANG- Sekalipun smartphone terus merajalela, feature phone nyatanya masih belum kehilangan pamor di mata masyarakat Indonesia. Pasar feature phone sendiri bisa dikelompokkan ke berbagai segmen dan spesifikasi. Banyak model dan tipe yang beredar, namun secara umum pengelompokannya bisa dilihat dari beberapa kategori umum seperti internet phone, camera phone, music phone, lifestyle phone atau social networking phone.
Dari banyaknya produk lokal yang ada, sebagian masyarakat mungkin bingung menentukan pilihan. Selain itu, muncul juga pertanyaan mana yang lebih baik antara ponsel lokal atau branded. Tak hanya dari segi harga, sejumlah kriteria bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih produk pilihan.
“Faktor harga dan keberadaan fitur hiburan seperti TV Analog jadi nilai plus untuk feature phone lokal. Tapi, kalau mencari kualitas, pandangan bisa ditujukan ke feature phone branded,” ujar Muhammad Asyari, Frontliner Ceko Cell Malang.
Faktor pertama yang dijadikan patokan adalah mengenai harga jual terhadap fitur yang dimiliki. Rata-rata memang ponsel branded lebih mahal dibanding ponsel lokal. Namun, sekarang sudah banyak ponsel branded yang harganya murah namun dipersenjatai fitur mutakhir. “Contohnya saja Nokia Asha 200 atau Asha 202. Harganya tidak sampai Rp 1 jutaan,” paparnya memberi ilustrasi.
Sebaliknya, tak jarang ponsel lokal memiliki fitur yang umumnya dimiliki ponsel branded. Spesifikasinya bersaing, mulai dari  sektor multimedia, konektivitas hingga kualitas layar. Yang pasti, paling mencolok dimiliki ponsel lokal namun tidak ada di ponsel branded adalah fitur TV Tuner. Tak luput dari perhatian produsen lokal adalah kemampuan Multiple SIM.
Menurut pria yang akrab disapa Ari ini, ponsel lokal sementara waktu dapat bertahan karena mereka tidak hanya mengusung perangkat dual SIM. Tak tanggung-tanggung, gadget mereka telah terakomodir dengan kemampuan triple SIM bahkan quad SIM. “Yang triple SIM bisa memuat GSM-GSM-GSM atau GSM-GSM-CDMA,” urainya kepada Malang Post.
Pertimbangan lain yang bisa dijadikan acuan adalah soal harga jual kembali. Umumnya, produk branded memiliki harga jual kembali yang lebih baik dibandingkan ponsel lokal. Mempunyai ponsel branded, apalagi yang masih bergaransi membuat penggunanya tidak terlalu sulit untuk menjual kembali. Apalagi kalau ponsel tersebut masih banyak diminati.
“Bukan rahasia lagi kalau sulit menjual lagi ponsel lokal. Orang jelas memilih produk lokal baru daripada beli yang second. Biasanya toko juga menawar serendah mungkin untuk ponsel lokal bekas,” serunya.
Dengan banyaknya pertimbangan tersebut, maka baiknya sebelum membeli ponsel ada baiknya lebih dulu mencari informasi atau membaca review soal ponsel produk bidikan. “Jangan sampai terlena dengan harga promosi dan jangan segan mengurungkan niat kalau memang spek nya tidak sesuai harapan,” lanjut Ari.
Terpenting dan tak boleh dilewatkan adalah memperhatikan lokasi service center. Faktor inilah yang menjadi nilai lebih produk branded dibandingkan produk lokal, karena umumnya vendor global memiliki sentra service center yang tersebar di berbagai tempaat. Bila ingin membeli ponsel lokal, baiknya memiliki layanan purna jual yang mudah ditemui dan sparepartnya juga mudah didapatkan. (tom/nda)