Membedah Samsung Galaxy Camera

Rupa-rupa Tekno
Hadir mengusung embel-embel nama keluarga 'Galaxy', kamera ini cukup sukses membetot perhatian penggila gadget. Ya, dia adalah Galaxy Camera, kamera dengan sistem operasi Android andalan Samsung.
Dari sisi desain, Galaxy Camera memang mengusung penampilan yang lebih segar ketimbang kamera pocket lainnya. Dengan balutan casing yang bongsor, ia tetap menarik dipandang.
Jangan lupakan pula layar sentuh 4,8 inch yang membentang sebagai pusat navigasi pengguna. Di sinilah berbagai fitur menarik yang terbenam di Galaxy Camera dapat dioptimalkan.
Galaxy Camera memang bak menjadi evolusi di ranah kamera. Dari perangkat ini, Samsung coba memberikan akses kepada pengguna untuk meringkus foto lewat berbagai pengaturan ala kamera pro, editing hingga sharing ke internet dalam satu wadah.

1.    Bongsor Tapi Manis
Dilihat dari ukurannya, Galaxy Camera mempunyai dimensi yang cukup besar. Tepatnya 128.7x70.8x19.1 mm dengan bobot 300 gram, sehingga kamera ini terlihat bongsor dibandingkan kamera digital sejenisnya. Namun berkat desain yang diberikan, membuat Samsung Galaxy Camera cukup nyaman digenggam dan digunakan.
Penggunaan bahan sejenis karet yang bertekstur di sisi kamera dekat tombol shutter, membuat tangan kita tidak licin saat mengoperasikan kamera ini. Posisi tombol shutter yang menyatu dengan tombol pengaturan zoom juga cukup nyaman dan tidak merepotkan. Hanya terdapat 3 tombol pada kamera ini.
Tombol shutter yang meyatu dengan zoom, tombol power dan tombol untuk mengeluarkan pop-up flash light yang terdapat pada sisi pinggir dari Galaxy Camera ini. Pada sisi kanan dari kamera ini, kita dapat menemukan slot micro USB, yang berguna untuk men-charge baterai sekaligus dapat menghubungkan kamera dengan komputer.

2.    Kinerja Lensa Maksimal
Samsung Galaxy Camera ini dipersenjatai lensa wide 23mm dan 16,3 MP backside-illuminated CMOS Sensor, dengan out put 4608x3456 pixels. Terasa ada sedikit shutter lag pada saat mengambil gambar, namun hal ini tidaklah mengganggu.
Auto focus yang terdapat pada Galaxy Camera juga cukup baik. Ditambah lagi dengan kemampuan touch to focus pada layarnya yang membuat kita lebih leluasa dalam menentukan titik fokus yang kita inginkan..
Hasil foto dari mode Macro ini juga tergolong baik, meskipun tetap dibutuhkan jarak tertentu untuk mendapatkan fokus yang sempurna dari objek yang kita inginkan. Saat merekam video, optical zoom tetap dapat kita fungsikan.
3.    User (interface) Friendly
User interface yang disajikan Samsung Galaxy Camera ini cukup user friendly. Pemilihan mode pengambilan gambar pun dapat dengan mudah dilakukan. Terdapat tiga pilihan mode pada Galaxy Camera ini. Auto, Smart dan Expert.
Bagi yang menginginkan kemudahan, dapat menggunakan mode Auto ataupun Smart. Pilihan seperti Landscape, Macro, Panorama, Night, Best Photo dan lain-lain, dapat dengan mudah didapatkan pada mode ini. Sedang dalam mode continuous, kamera ini mampu membidik 20 shot.
Mode Expert disediakan bagi pengguna yang menginginkan kebebasan bereksperimen layaknya pada kamera DSLR. Semua pengaturan seperti ISO, Aperture, Shutter Speed sampai Brightness dapat dengan mudah kita atur sesuka hati atau sesuai dengan kebutuhan.
Dengan ditanamkannya Quad-core 1.4 GHz Cortex-A9 RAm 1 GB yang 'dikawinkan' dengan sistem operasi Android 4.1.1 Jelly Bean, membuat seluruh operasional di kamera ini berjalan dengan mulus dan lancar.
Asyiknya, karena sudah memakai Android, maka pengguna bisa mendownload aplikasi-aplikasi foto yang kita inginkan melalui Google Play Store, seperti Instagram atau Snapseed. Dengan koneksi internet melalui 3G ataupun WiFi, kita juga dapat men-share atau posting foto hasil jepretan kita ke Twitter, Facebook, Instagram ataupun Path langsung dari kamera ini tanpa perlu memindahkan foto kita ke komputer atau laptop terlebih dahulu.

4.    Kualitas Foto Baik
Foto yang dihasilkan dari kamera ini pun tergolong baik. Bukan yang terbaik yang pernah kami coba memang, tapi harus diakui Samsung melakukan pekerjaan keren dalam meningkatkan kualitas foto dari kamera produksinya. Ketajaman gambar dan komposisi warna yang disajikan cukup memuaskan.
Dengan melakukan sedikit pengaturan pada mode expert, kita masih dapat memperoleh hasil foto yang cukup baik dengan sedikit noise untuk foto di dalam ruangan dengan hanya mengandalkan cahaya dari jendela. Noise cukup terlihat saat kita mengambil foto dalam keadaan yang memang sangat minim cahaya dengan settingan ISO yang tinggi.
Namun, kita dapat menggunakan pop-up Xenon Flash Light dan menyesuaikan settingan ISO untuk mengakalinya. Performa zoom yang terdapat pada kamera ini juga tergolong ciamik. Dengan 21x Optical zoom, kita bisa mendapat kan foto dengan kualitas yang baik meskipun kita melakukan zoom secara maksimal.

5.    Fitur Best Face Jempolan
Terdapat fitur baru yang cukup menyita perhatian, yaitu fitur 'Best face' dan 'Voice Control'. Fitur Best Face bekerja mirip dengan Best Photo, namun lebih fokus kepada penampakan wajah dari objek pada foto. Sehingga, kita dapat memilih ekspresi terbaik dari orang-orang yang menjadi objek foto, agar foto yang dihasilkan dapat sempurna.
Setelah itu, fitur Voice Control yang disematkan di dalam Samsung Galaxy Camera cukup 'menghibur'. Dengan fitur ini, kita dapat memberikan perintah kepada kamera melalui suara. Perintah-perintah seperti mengambil gambar atau video, timer, zoom in dan zoom out, mengaktifkan Flash sampai dengan membuka Gallery dapat dilakukan hanya dengan mengucapkan perintah suara.
Namun, sering terjadi dimana kamera tidak merespon dari perintah yang kita ucapkan. Mungkin hal ini dikarenakan perintah yang dapat diterima hanya dalam bahasa Inggris, sehingga dibutuhkan artikulasi yang jelas dan lafal yang benar agar kamera dapat menerima dan mengerti perintah kita. (dtc/nda)