Rivalitas Ponsel Android Dual SIM

PILIH MANA?: Head to head antara LG dan Samsung di segmen Android dual SIM berakhir dengan hasil seimbang.

LG Optimus L3 vs Samsung Galaxy Y Duos
MALANG- Dua produsen raksasa asal Korea, LG dan Samsung tampaknya tak akan berhenti bersaing melancarkan agresi ke pasar Android tanah air. Bahkan di seluruh segmen mereka terlibat persaingan yang ketat.
Di pasar Android, kedua brand raksasa ini sama-sama merilis ponsel yang dibekali dengan dua slot SIM card. LG menghadirkan Optimus L3. Sedangkan Samsung bangga mempersembahkan Galaxy Y Duos. Mana di antara dua smartphone Android dual SIM ini yang lebih baik?
Baik LG maupun Samsung punya desain yang khas, dan ciri tersebut tampak jelas pada kedua ponsel. Optimus L3 masih menunjukkan kesan kotak meski sudutnya tumpul, sedangkan lekuk tubuh Galaxy Y Duos lebih ergonomis. Identitas sebagai ponsel dual SIM bisa dilihat di bawah layar. L3 lebih jelas terlihat, karena selain logo dual SIM card juga ada teks ‘Dual SIM’. Sedangkan Y Duos juga memiliki logo serupa dengan teks ‘Duos’.
Meski dua kartunya siaga bersamaan (dual ON), namun hanya satu yang aktif ketika sedang menerima panggilan atau tengah menelepon. Kedua slotnya bisa mengakses jaringan 3G HSDPA, tapi tidak bisa dalam waktu bersamaan. “Jadi harus tentukan sendiri salah satunya,” ujar, Marketing Apollo Cell Malang, Bambang Agus.
Di fitur pesan, kedua ponsel akan menampilkan pesan masuk layaknya sebuah percakapan, namun hanya dibatasi 20 pesan per percakapan. Soal papan ketik, meski  ukurannya kecil namun kedua ponsel ini sama-sama tetap nyaman digunakan.
Baik Optimus L3 maupun Galaxy Y Duos sama-sama menggunakan sistem operasi Android Gingerbread 2.3.6. Untuk tampilan User Interface (UI), keduanya agak berbeda. “Pada homescreen Optimus L3 hanya ada lima layar yang bisa dikostumisasi. Sedangkan Galaxy Y Duos yang menggunakan Touchwiz Samsung memiliki tujuh pilihan layar,” imbuh pria yang akrab dipanggil Agus ini.
Aplikasi unggulan di Optimus L3 ada Quick Memo. Pengguna bisa menulis memo langsung di layar homescreen atau mengubahnya menjadi layar putih. Quick Memo ini juga bisa dijadikan alat screen capture. Aplikasi lain kebanyakan seperti milik smartphone Android pada umumnya.  Sementara di Galaxy Y Duos, aplikasinya tak jauh beda dengan Android kebanyakan. Justru yang jadi unggulan hanya aplikasi ‘sosial hubungan’ dan Samsung Apps.
Optimus L3 memiliki prosesor berkecepatan 800 MHz, sedangkan Galaxy Y Duos berotakkan prosesor 832 MHz. Meski lebih rendah, namun kemampuan prosesor Optimus L3 tidak kalah. Kecepatan dalam membuka web juga berimbang, hanya ketika multitasking akan berubah jadi lambat. Optimus L3 balik unggul karena memiliki memori internal 1GB dengan RAM 384 MB, di saat Galaxy Y Duos hanya 160 MB dengan 290  RAM.
Kedua ponsel ini juga menyajikan fitur konektivitas yang sebanding. Optimus L3 sudah memiliki fitur DLNA yang bisa disambungkan dengan perangkat lain yang memiliki fitur sejenis. “Selain itu, baik Optimus L3 maupun Galaxy Y Duos mampu menjalankan WiFi hotspot dan dilengkapi Bluetooth versi 3.0 yang lebih cepat dalam mengakses perpindahan file,” papar Agus.
Dengan kamera yang sama-sama beresolusi 3.15 MP, dua ponsel ini sama-sama tidak ditunjang LED Flash. Lensa kamera keduanya juga belum autofocus. Namun kedua perangkat dibekali berbagai tingkat pengaturan. “Sayangnya, di Galaxy Y Duos belum ada peningkatan ISO. Padahal  Optimus L3 telah mengalami peningkatan ISO sampai 400,” timpalnya kepada Malang Post.
Secara overall, dua smartphone yang dibanderol di kisaran Rp 1,3 juta ini memang cukup berimbang. Mulai dari spek dan fitur yang ditawarkan nyaris tak ada perbedaan menonjol. Begitu juga untuk perangkat kamera hingga audio dan video sejatinya tidak ada kesenjangan kualitas. Pilihan tergantung selera konsumen, lebih suka besutan LG atau Samsung. (tom/nda)