Davis dan Armstrong Masih Diburu

MALANG- BlackBerry (BB) Bold 9790 alias Bellagio dan BB Bold 9900 aka Dakota boleh jadi memiliki nilai prestis tinggi di mata pecinta gadget. Dibanderol dengan harga di atas Rp 4 juta, dua piranti besutan Research In Motion (RIM) itu menjadi buruan karena fitur dan penampilannya yang menawan. Selain dibekali spesifikasi mumpuni, desain premiumnya membuat siapapun kepincut.
Namun, diam-diam dua varian BlackBerry lain justru menjadi primadona. Dengan kemampuan sistem operasi yang sepadan namun ditawarkan dengan harga lebih terjangkau, BB Curve 9220 (Davis) dan BB Curve 9320 (Armstrong) justru menjadi kompetitor tangguh bagi Bellagio dan Dakota.
Terhitung sejak pertengahan tahun lalu, penjualan dua device berbanderol ramah di kantong ini terus melesat. Bagi masyarakat umum yang tidak terlalu mementingkan inovasi baru dari RIM atau sekadar memerlukan BB untuk aktivitas standar seperti BlackBerry Messenger (BBM), tentu saja cenderung memilih BB Davis dan Armstrong yang lebih murah. “Kalau tidak membeli tipe baru, rata-rata pilihannya ke Davis atau Armstrong. Sampai saat ini peminatnya masih banyak,” terang Sales Promotion BlackBerry Malang, Octavia Santy.
Hal ini bisa dilihat dari animo penukaran redeem point BlackBerry bonus power bank yang berlangsung sejak awal Desember tahun lalu. Dari empat varian yang masuk promosi, jumlahnya didominasi BB Davis yang dibanderol Rp 1,7 juta dan BB Armstrong yang dilego Rp 2,3 juta.
“Semua tipe banyak peminatnya. Ini bisa dilihat dari data saat penukaran. Tapi, dari penjualan di outlet tradisional memang Davis dan Armstrong lebih banyak,” papar Bimo Caesario, Staf EO yang bertugas di booth BB bonus power bank Malang Plaza.
BB Armstrong merupakan versi 3G dari BB Davis yang hanya support jaringan 2G. Armstrong ibarat jawaban RIM atas pertanyaan banyak orang yang selama ini menanyakan mengapa kemampuan jaringan Davis tidak ditingkatkan.
Entah sebenarnya sudah diproduksi bersamaan dan sengaja memainkan strategi marketing atau memang pertanyaan masyarakat cepat ditangkap RIM, mereka langsung melaunching BB Armstrong hanya berselang sekitar satu bulan dari rilis Blackberry Davis. Fiturnya nyaris sama persis. “Perbedaannya ya kenoksi 2G dan 3G itu,” sambung Octa kepada Malang Post.
Untuk sekadar berjejaring sosial di dunia maya, Curve 9220 alias Davis dengan koneksi 2G rasanya sudah cukup. Tapi bagi pengguna yang lebih sering berselancar di dunia maya untuk keperluan browsing dan menggunakan aplikasi yang membutuhkan jaringan lebih baik, maka Curve 9320 aka Arsmtrong tentu lebih mumpuni.
Perbedaan BB Davis dan BB Armstrong ada pada material desain. Armstrong yang hadir sebulan setelah Davis diluncurkan tampil lebih elegan karena menggunakan bezel berbahan stainless stell. Namun, tentu saja kelebihan tersebut membuat harga device ini lebih mahal hampir setengah juta dibandingkan BB Davis.
Usut punya usut, BB Davis dan BB Armstrong juga memiliki keunggulan lain ketimbang BB Bellagio dan BB Dakota yang pastinya membuat calon konsumen baiknya berpikir ulang. “Meski OS nya sudah sama-sama 7.1, tapi untuk pemakaian normal baterai Davis dan Armstrong lebih awet daripada Bellagio dan Dakota. Smartphone berkemampuan Qwerty Touchscreen tentu saja menguras daya lebih banyak,” ungkap Octa. (tom/nda)