Nokia Asha 305 Tetap Perkasa

MALANG – Masih ingat dengan Nokia Asha 305? Ponsel layar sentuh tersebut dihadirkan oleh raksasa asal Finlandia di pertengahan tahun 2012 lalu. Meski sudah lewat setengah tahun, namun ponsel ini masih bertengger perkasa di puncak penjualan ponsel terlaris segmen low-end.
Sales Division Global Teleshop Malang, Silvy Novita mengatakan dari beragam tipe ponsel Nokia yang saat ini beredar di pasar bawah, Asha 305 merupakan produk yang paling banyak diburu. Harga terjangkau dan spesifikasi yang mumpuni menjadi daya tarik ponsel ini.
“Dengan harga Rp 800 ribuan, user sudah bisa menikmati beragam fitur canggih dengan Asha 305. Apalagi desain ponsel ini terlihat seperti ponsel menengah yang menggunakan teknologi layar sentuh,” papar Silvy pada Malang Post.
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Nokia Asha 305 adalah kemampuan dual SIM card. Apalagi dalam fasilitas ini Nokia menyertakan teknologi easy swap yang dapat mengganti kartu dengan mudah tanpa harus mematikan ponsel dan membongkar baterai terlebih dahulu seperti ponsel dual SIM card kebanyakan.
“Hal ini berlaku khusus untuk SIM card kedua. Nokia menyiapkan tempat di bagian samping untuk memudahkan user mengganti kartu. Sementara untuk kartu utama tetap berada di bagian dalam bodi,” terangnya.
Silvy melanjutkan, sebenarnya Nokia juga memiliki ponsel yang fiturnya hampir sama dengan Nokia Asha 305, yakni Asha 308. Bahkan sang kakak ini hadir dengan kemampuan yang lebih di sektor browser. Namun dengan kemampuan lebih, tentu saja Nokia juga membaderol produk tersebut dengan harga lebih.
“Untuk kakak kandung Asha 305 ini dibanderol dengan selisih harga Rp 100 ribu. Tapi dengan perwajahan yang serupa dan harga selisih cukup besar bagi kalangan low end, pamor Asha 308 jadi tenggelam dengan popularitas sang adik,” beber perempuan ramah ini.
Kelebihan lain yang dimiliki Asha 305 selain layar sentuh dan dual SIM card adalah fasilitas pengetikan. Selama ini salah satu kekurangan yang dimiliki ponsel layar sentuh adalah papan ketik virtual yang kurang nyaman. Tetapi pada Asha 305, papan ketik virtualnya dirancang lebih baik sehingga bagi mereka yang hobi chat bisa tetap nyaman menggunakannya. (nda)