Ingin Mengulang Sukses? BlackBerry 10 Harus Murah!

JAKARTA – Duo handset perdana BlackBerry 10 diprediksi belum mampu berbicara banyak di Indonesia dan India. Kedua negara termasuk dalam beberapa negara berkembang yang menjadi pasar potensial bagi BlackBerry -dulu bernama Research in Motion.
Menurut analisis biro riset IDC Asia, BlackBerry seharusnya segera menjual handset BB 10 murah untuk memenangkan persaingan di kedua negara asia tersebut. Karena BlackBerry Z10 atau Q10 yang mungkin dijual diatas Rp 6 jutaan, dirasa sulit untuk merengkuh ceruk pasar yang lebih besar.
“Sudah jelas bahwa India dan Indonesia tidak hanya salah satu pasar terbesar tetapi dalam hal pertumbuhan smartphone di masa depan, kedua negara itu adalah pasar paling potensial. Tapi dua perangkat yang telah diluncurkan tidak selaras dengan kebutuhan dari kedua pasar tersebut," kata Melissa Chau, Senior Research Manager at Technology Research Group IDC di Singapura seperti yang dikutip dari Chicago Tribune, Senin (4/2).
Data dari IDC menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar BlackBerry terbesar di luar Amerika Serikat dan Inggris tahun 2012 lalu. Sementara India menempati posisi kesembilan.
BlackBerry bukannya tanpa rencana meluncurkan BB 10 dengan harga lebih terjangkau. Seperti dikatakan Chief Marketing Officer BlackBerry Frank Boulben, pihaknya mempersiapkan portofolio perangkat BlackBerry 10 yang lebih komplet. Mulai dari kelas high end sampai entry level dengan harga lebih 'miring'.
"Tunggu saja, dalam 12-18 bulan ke depan portofolio produk BlackBerry akan lengkap," tutur Boulben dalam sesi interview terbatas di sela peluncuran BlackBerry 10 di New York, Amerika Serikat.
Eksekutif asal Prancis ini memang tak menyebut dengan pasti kapan tanggal kelahiran BlackBerry 10 versi 'murah' tersebut. Namun ia menegaskan bahwa saat ini tim R&D BlackBerry juga terus berpacu dengan waktu untuk melepas perangkat baru ke pasaran. "Dan sembari menunggu jajaran produk baru tersebut, kami akan lebih memperkuat brand BlackBerry 10 dulu," pungkas Boulben. (dtc/nda)