Kapasitas i-Cloud Diperbesar

i-Cloud : Fronliner Global AAR menunjukkan situs i-Cloud.

MALANG– Apple kembali membuai para pengguna produknya. Tidak berupa aplikasi, namun produsen asal California ini justru menyediakan server untuk penyimpanan data (hard disk) online. Server penyimpanan data tersebut dinamakan i-Cloud. Menurut Supervisor Global AAR, Eko Santoso, i-Cloud merupakan server online yang bisa digunakan oleh para pengguna produk Apple.. Tidak main-main, pihak produsen Apple pun memberikan kapasitas penyimpanan data cukup besar yaitu hingga 50 GB. “Sebelumnya hanya 5 GB, tapi sekarang kapasitasnya diperbesar menjadi 50 GB, dan pengguna produk Apple pun bisa leluasa menggunakan, tanpa kawatir lagi datanya hilang sekalipun produk yang digunakan rusak ataupun hilang,” katanya.
Adapun data yang bisa tersimpan dalam i-Cloud, Eko pun mengatakan tidak terbatas. Diantaranya foto stream, musik dan kontak data lainnya. Bukan itu saja, Eko juga mengatakan i-Cloud juga menyediakan program foto stream. ”Itu program dimana foto yang diambil dari produk Apple bisa disingkronisasikan dengan produk Apple lainnya, setelah lebih dulu mengkonekkan dua benda tersebut. Contohnya i-Phone dan i-Pad,” terangnya. Foto diambil dari kamera i-Phone, dengan program foto stream foto tidak hanya tersimpan di i-Phone saja, tapi  juga akan secara langsung tersimpan di i-Pad meskipun berada jauh dari i-Phone yang digunakan mengambil gambar.  Menurut Eko, sekalipun Foto Streame ini cukup baru, namun cukup banyak peminatnya.
“Banyak momen berharga yang bisa diabadikan, dan jangan khawatir benda yang digunakan mengambil momen tersebut hilang atau rusak, maka bisa diback up dengan menggunakan foto stream tersebut,” papar dia. Untuk mengoperasikannya, pengguna produk Apple harus lebih dulu memiliki Apple Id. Selanjutnya dengan Apple Id tersebut pengguna produk Apple bisa masuk ke i-Cloud melalui website Apple.com. “Pengoperasiannya mudah, tapi yang jelas harus lebih dulu memiliki Apple ID. Karena untuk bisa masuk atau mengakses data apapun, Apple Id itulah kuncinya. Baru setelah itu baru bisa masuk ke i-Cloud,” tandasnya. (vik/mar)