Identifikasi iPhone Rekondisi

HATI-HATI: Sebelum membeli ponsel besutan Apple, seperti iPhone 4, user harus lebih cermat.

MALANG – Kebijakan pemerintah terkait impor barang memang cukup dikeluhkan sejumlah kalangan bisnis. Namun begitu, tidak sedikit pebisnis yang memanfaatkan kondisi tersebut. Terutama pada produk ponsel. Pebisnis ponsel ‘nakal’ melakukan segala cara, untuk mencari keuntungan. Demi memenuhi stok barang, berbagai cara dilakukan, termasuk menjual barang barang rekondisi yang dipermak menjadi baru.
Terbukti, saat ini banyak ponsel di pasaran bukan barang yang benar-benar baru, meski ponsel tersebut bersegel. Salah satunya produk iPhone dari Apple. Banyak ditemukan ponsel canggih ini yang rekondisi.
Untuk menghindari ‘jerat’ ponsel rekondisi, user tentunya harus lebih berhati-hati saat membeli. Andik Sismanto, owner Rolland Handphone menjelaskan, yang harus diketahui user saat membeli produk adalah harga. Jika ada harga iPhone di bawah standar, user patut curiga, sekalipun harganya promo. “Harga promo jika masih cukup wajar tidak apa-apa, tapi kalau turunnya sangat jauh, harus dicurigai,” kata  Andik tentang jurus paling mudah mengenali ponsel rekondisi.
Kedua, adalah jaminan garansi. Penjual barang rekondisi hanya memberikan garansi toko, meski dia mengatakan barang yang dijual merupakan barang resmi. Pihak penjual juga sering kali hanya memberikan waktu satu atau dua hari untuk replacement (ganti baru) untuk barang yang dibeli.
Sedangkan cara ketiga adalah mengenali identitas iPhone melalui data base atau server Apple. Carannya, iPhone lebih dulu disambungkan pada komputer yang memiliki program iTune. Selanjutnya, masuk pada program  iTools. “Kalau pada program iTunes belum ada iTools-nya, maka user harus mendownload lebih dulu,” kata Andik sembari mengatakan komputer yang digunakan sudah konek internet.
Dengan program iTools itulah kemudian akan terdeteksi, histori iPhone. Pertama wilayah regional, status garansi, dan aktifasi pertama. “Jika statusnya garansinya sudah berjalan, atau expired dan aktifasinya sudah cukup lama, sudah pasti barang tersebut rekondisi, yang sudah dipermak hingga betul-betul seperti baru,” lanjut Andik.
Yang juga dipahami oleh user adalah saat pertama dihidupkan. Smartphone ini tidak bisa langsung masuk ke menu. Yang tersedia hanya layar awal dan tulisan SOS untuk signalnya. Baru kemudian penjual melakukan aktifasi dengan mencolokkan ponsel ke komputer yang konek internel, dan secara otomatis akan terdetek, New iPhone. Selanjutnya disinkronkan dengan server Apple. “Kalau beli iPhone dan ternyata sudah teraktifasi, sekali lagi perlu dicurigai kondisinya,” tandas Andik.(vik/nda)