Nokia, Oh, Nokia

TERBENAM: Nokia Lumia 710, salah satu andalan Nokia untuk tetap eksis di pasar ponsel tanah air.

Seri Lumia Belum Mampu Perbaiki Penjualan
MALANG – Kendati di beberapa daerah penjualan Nokia dikabarkan merangkak berkat kehadiran seri Lumia, namun faktanya di Malang justru sebaliknya. Seri Lumia belum mendapat apresiasi dari masyarakat,  meski saat ini pabrikan asal Finlandia tersebut sudah menciptakan Lumia seri 820 dan 920 yang berbasis Windows 8.
Karena minimnya permintaan dari user, banyak outlet yang tidak menyetok ponsel tersebut. Sebut saja, Outlet Karna Jaya Cell Malang Plaza. Outlet yang menyediakan berbagai merek ponsel ini hanya memiliki satu saja Nokia Lumia, itupun serinya cukup lama yaitu 710. “Jarang yang tanya tentang Nokia Lumia, sehingga kami tidak menyediakan stok terlalu banyak. Ini saja stok lama,” ucap M Badri, Owner Karna Jaya Cell kepada Malang Post, kemarin.
Menurut Badri, user lebih cenderung mencari ponsel merek Samsung atau BlackBerry dibandingkan Nokia. Sekalipun pada tahun 2000 lalu, Nokia sempat merajai pasar telepon genggam tersebut. “Alasannya jelas, pertama adalah perangkat lunaknya. Nokia masih bersikukuh dengan Windows, sementara ponsel lainnya sudah memasukkan program Android yang memiliki ribuan aplikasi,” katanya.
Selain perangkat, harga pun menjadi penyebab ponsel Nokia tidak dilirik oleh user. Menurut Badri dengan ponsel yang memiliki menu standar, harga Lumia tergolong sangat tinggi. Padahal, merek lain yang mematok harga setara, teknologinya sudah sangat canggih. “Contohnya Lumia seri 920 yang sudah menggunakan Windows 8, harganya Rp 4,3 juta. Dengan harga ini, user pasti lebih memilih Samsung Galaxy II atau Samsung Note yang harganya tidak terpaut jauh dan menunya sudah luar biasa,” Sambung Badri.
Senada Eko Catur, Frontliner Erafone MOG mengatakan jika penjualan Nokia masih kalah dibandingkan dengan merek lain, termasuk Lenovo yang baru beberapa tahun merilis ponsel dengan basis Android. “Bukan tidak ada yang beli, tapi jarang. Di sini barangnya cukup lengkap, hanya saja peminatnya cukup kurang,” kata Eko sembari mengatakan di Erafone sendiri penjualan ponsel merek Nokia masih menduduki peringkat ketiga penjualan, setelah Blackberry dan Samsung.
Tidak hanya ponsel Nokia baru yang kurang diterima di pasaran. Lumia Second pun demikian. Pemilik NRC Cell Malang Plaza, Edi Purwanto mengatakan jika ponsel Nokia Lumia memang tidak familiar di telinga user. Itu sebabnya, ponsel tersebut cukup jarang dicari. Kalaupun ada, penjual pun  harus sabar dalam penjualannya.
Berbeda dengan Badri yang menyebut perangkat lunak dan harga yang menjadi faktor Nokia tidak dilirik user, Edi justru menyebut  tentang garansi. Menurut Edi, pihak service centre Nokia kerap menolak jika ada trouble pada ponsel. Seperti casing yang tergores, pihak Nokia langsung menolak keras. Dan itu kebalikannya dengan Samsung. Pihak service centre menerima seluruh keluhan dari user dan tidak ribet. “Alasan pastinya memang berkaitan dengan menu, serta harga. Kalau garansi, mungkin menjadi nomor sekian. Tapi yang jelas salah satu user enggan membeli Nokia karena proses garansi yang berbelit-belit,” tandas Edi.(vik/nda)