Penasaran Kecanggihan Samsung Galaxy S IV

MALANG – Rumor kehadiran Samsung Galaxy S IV sudah semakin kencang terdengar di kalangan pecinta gadget canggih di Malang. Banyak yang penasaran dengan kecanggihan ponsel pintar ini mengingat Samsung selalu menampilkan produk baru dengan berbagai kejutan yang mengagumkan.
Sarifa Anditha, pengguna Samsung Galaxy S III mengatakan, smartphone yang menjadi gacoannya saat ini saja sudah melebihi ekspektasi. Bahkan ia mengaku kecanggihan ponsel tersebut belum mampu ditaklukannya. Apalagi dengan kehadiran sang penerus yang dilabeli dengan nama Galaxy S IV.
“Susah membayangkan gadget ini akan secanggih apa jadinya. Namun yang pasti, saya yakin jika Samsung akan menghadirkan ponsel terbaik di kelasnya. Seperti pada Galaxy S III yang saya miliki,” ungkap Sarifa pada Malang Post.
Terpisah, Silvy Novita, Sales Global Teleshop mengaku, gaung kemunculan Samsung Galaxy S IV sudah mulai mengusik pelanggannya. Banyak konsumen yang mulai mempertanyakan kehadiran ponsel super canggih tersebut di tanah air. Namun karena pihak Samsung masih menutup rapat informasinya, ia hanya bisa angkat tangan menanggapi pertanyaan tersebut.
“Launchingnya saja baru digelar pertengahan bulan ini. Pihak kami tentu belum bisa memberikan jawaban dari pertanyaan itu. Kita tunggu saja kejutan dari Samsung seperti yang sebelumnya sudah dilakukan,” terang Silvy.
Sementara itu masih minggu depan atau tepatnya 14 Maret 2013, Samsung bakal mengumumkan kehadiran smartphone terbarunya yang diberi nama Galaxy S IV di New York, Amerika Serikat. Tapi perangkat ini ternyata sudah masuk ke balai pengujian di Kementerian Kominfo. Seperti yang dikutip dari Detik.
Melalui situs Kominfo, tertera pemohon sertifikat dari PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) untuk pesawat telepon selular dengan kode Samsung-GT I9500. Nah, kuat dugaan ini adalah kode untuk Galaxy S IV. Status permohonan sertifikat sudah SP3 atau Surat Pengantar Pengujian Perangkat. Perangkat ini sendiri ada tiga manufaktur dari negara yang berbeda, yakni Vietnam, China dan Korea Selatan.
Belum diketahui kapan pastinya proses sertifikasi ini selesai. Namun sebagai gambaran, prosedur permohonan sertifikat ini melalui 4 tahapan yang harus dilalui. Pertama tentu saja vendor harus mengajukan permohonan dengan mengirimkan beberapa dokumen yang dibutuhkan, yang kemudian akan diverifikasi dan ditentukan laboratorium ujinya.
Setelah itu perangkat akan diuji di balai Uji/RISTI, yang kemudian ditentukan apakah perangkat ini lolos atau tidak. Langkah ketiga evaluasi yang dilakukan oleh beberapa pejabat, mulai dari tim evaluator, kepala tim, kepala sub divisi dan direktur. (nda)