Banyuwangi Jadi Pilot Project, Malang Segera Menyusul

BANYUWANGI - Satu lagi program diluncurkan PT Telkom Indonesia, yakni Digital Society (DiSo). Program ini merupakan layanan data yang memberikan kemudahan masyarakat untuk melakukan akses internet dengan menggunakan jaringan milik PT Telkom. Program ini rencananya akan diluncurkan hari ini di Kabupaten Banyuwangi.
"Banyuwangi merupakan tempat pertama program DiSo dilaksanakan. Sebagai Pilot Project, kami berharap program ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan sebaik-baiknya," kata Humas PT Telkom Surabaya, Ivone Andayani  saat Press Conference pre launching Banyuwangi Digital Sosiety (Banyuwangi DiSo) di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, kemarin.
Ivone juga menjelaskan jika Banyuwangi menjadi daerah pertama launching DiSo karena Banyuwangi merupakan kota atau daerah berkembang dan sebagai pusat ekonomi baru di Jawa Timur.
Kresna Yahya, selaku Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga yang kemarin hadir dalam press conference program DiSo ini mengatakan ada lima infrastruktur yang harus dibangun untuk memajukan satu wilayah, yakni jalan, jembatan, pelabuhan, bandara dan teknologi informasi. Teknologi Informasi ini menjadi sesuatu yang penting saat ini, karena memberikan banyak kemudahan. Di antaranya kemudahan berkomunikasi, kemudahan menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki dan kemudahan lainnya.
"Contohnya ada warga yang pandai membuat kerajinan, kemudian mengupload hasil kerjanya di dunia maya. Dampaknya, akan banyak orang yang melihat gambar kerajinan tersebut, dan impact-nya adalah kerajinan tersebut laku dijual. Arahnya kan ke sana," kata Kresna.
Bukan itu saja, aspek pariwisata pun akan menjadi prioritas dalam DiSo. Dengan program DiSo akan banyak wisatawan  yang bertandang ke Banyuwati. "Pertama memang baru dilaunching di Banyuwangi, tapi kemudian juga dilaunching di beberapa tempat seperti Malang dan Surabaya," kata Kresna lagi.
Program DiSo sendiri dikatakan Kresna, memang bukan program main-main. Terbukti, kinerja positif antara pemkab dan PT Telkom sendiri saat ini pihak Telkom sudah membuat 1000 titik WiFi di Banyuwangi. Dengan banyaknya titik WiFi tersebut, pengguna atau konsumen tidak perlu lagi jauh-jauh untuk berinternet ria. Apalagi, jaringan WiFi tersebut juga ada di sekolah-sekolah mulai sekolah dasar.
"Support dari pemda sangat besar, terutama dalam hal pengadaan jaringan. Dan ini harusnya juga ditiru tempat-tempat lain, termasuk di Malang," kata Kresna.
Sementara Bupati Banyuwangi Abdulla Azwar Annas yang kemarin ikut hadir dalam press conference pre launching DiSo mengaku bangga dengan program ini. Dengan adanya program ini, Annas pun yakin Banyuwangi akan berkembang sangat pesat. "Masih banyak potensi yang dimiliki banyuwangi, tidak hanya sektor ekonomi atau pariwisata saja, tapi juga ada pertanian, pendidikan dan lain-lainnya. Dengan DiSo inilah potensi-potensi yang kita miliki tersebut dapat keluar dan dikenal banyak orang dengan mengakses internet," katanya.
Bukan itu saja, agar program ini berjalan dengan baik, Bupati juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Terutama para tenaga pengajar. "Kami sangat mensupport, dan kami juga berharap program ini tidak sekedar launching, tapi juga dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik," tandas Annas.
Sementara acara launching sendiri besok akan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Annas dan Director enterprise and wholesale PT Telkom Indonesia Awaludin. Dan rencananya Launchin akan dihadiri langsung oleh menkoinfo. (vik/nda)