Baterai Double Power Tak Selamanya Tahan Lama

MALANG – Tren smartphone di tanah air diikuti juga dengan maraknya penggunaan baterai double power. Alasannya karena ponsel pintar cenderung boros dalam pemakaian baterai mengingat banyak aplikasi yang dijalankan. Tak heran jika banyak outlet yang berlomba-lomba menawarkan baterai double power atau super high capacity di pasaran.
Menurut Frontliner Omega Cell, Septian Aditya, baterai double power merupakan baterai yang memiliki kapasitas lebih besar dari baterai aslinya. Meski namanya double power, bukan berarti besaran kapasitasnya dua kali dari yang original. Misalnya saja baterai original memiliki kapasitas 1200 mAh, maka yang disebut bateri dobel power kapasitasnya 1500 mAh ke atas.
“Dengan kapasitas yang lebih besar, maka penggunaan pun bisa lebih lama. Jika biasanya dalam satu hari baterai original bisa tahan 8 jam, maka dengan baterai double power bisa 12 jam atau lebih,” terang Septian pada Malang Post.
Meski saat ini banyak dijumpai baterai double power yang beredar di pasaran dengan harga yang semakin terjangkau, namun tak berarti user bisa memilih sesuka hati. Pasalnya saat ini banyak baterai double power yang tidak memiliki kapasitas sebesar tulisan yang tertera pada kemasan.
Pria yang akrab disapa Tian ini mengatakan, ada banyak produk baterai double power yang kapasitasnya sama saja dengan baterai biasa. Kondisi ini tentu saja merugikan user karena mereka sudah terlanjur mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli produk tersebut. Untuk itu, user harus lebih waspada.
“Kapasitas produk baterai selalu ditulis dalam kemasan, tetapi tidak bisa menjadi jaminan. Untuk mengetahui kapasitas baterai tersebut, sebenarnya bisa dilihat dari ukuran fisiknya. Misalnya saja ketika ada yang menawari baterai double power sebesar 2400 mAh tetapi ukuran baterainya sama dengan yang 1200 mAh. Maka jangan berharap kapasitas 2400 mAh itu benar adanya. Kemungkinan kapasitas baterai tersebut hanya sekitar 1500-1800 mAh,” sambungnya.
Untuk mengetahui kapasitas baterai yang sesungguhnya, lanjut Tian, bisa dilakukan pengukuran dengan menggunakan mesin Battery Analyzer. Sayangnya cara kerja mesin ini agak rumit dan tidak semua orang memilikinya.
“Pertama, baterai diisi sampai penuh. Setelah penuh dengan tegangan 4,2V dikosongkan dengan arus yang konstan sampai tegangan baterai turun. Lamanya pengosongan akan diukur dan langsung ditampilkan di layar mesin dengan satuan mAh itu sendiri,” papar Tian. (nda)

Pilih Background Hitam, Matikan Koneksi 3G
Penggunaan baterai double power memang sangat bermanfaat untuk menunjang aktivitas dengan smartphone. Namun sebesar apapun daya baterai akan sia-sia jika ponsel terus-menerus dipaksa bekerja keras.
Sebenarnya tanpa harus memasang baterai double power user bisa tetap menggunakan ponselnya dengan maksimal. Septian mengatakan, ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh user agar baterainya tetap hemat.
“Cara pertama adalah mematikan live wallpaper. Salah satu keasyikan smartphone adalah bisa menampilkan wallpaper hidup. Namun aplikasi ini sangat menguras baterai. Daripada dibuang percuma hanya untuk tampilan luar, lebih baik aplikasi ini dimatikan saja,” terang Tian.
Selain itu, lanjut Tian, cara lain yang tak kalah efektifnya adalah memilih background berwarna gelap untuk wallpaper dan tema. Begitu juga untuk aplikasi, pilih yang memiliki alternatif background berwarna hitam seperti Tweetdeck, Trillian dan Astro.
Tian menambahkan, jangan lupa untuk menon-aktifkan semua animasi yang berjalan di ponsel. Begitu juga dengan pemakaian homescreen dan widget, ada baiknya memilih yang penting saja karena dapat membebani prosesor dan RAM.
“Satu lagi yang juga berpengaruh terhadap ketahanan daya baterai, yakni koneksi yang dipilih. Matikan koneksi 3G dan aktifkan jika memang benar-benar perlu. Kalau menjalankan aktivitas biasa-biasa, koneksi 2G sudah cukup. Begitu juga dengan koneksi internet dan Wifi, aktifkan jika Anda menggunakan,” pungkas pria kelahiran September itu. (nda)