Menkominfo: Program DiSo Berikan Efek Positif Secara Luas

MALANG POST – Program Banyuwangi Digital Society (Banyuwangi DiSo) resmi diluncurkan, kemarin. Menkominfo Tifatul Sembiring yang datang untuk melakukan launching memberikan apresiasinya untuk program ini.
"Ini wadah yang sangat positif dan harus didukung. Program ini nantinya akan banyak memberikan efek positif kepada masyarakat secara luas," kata Tifatul.
Tifatul berharap, kota lain bisa segera ikut menerapkan program yang diprakarsai oleh PT Telkom ini, termasuk Malang yang notabene adalah Kota Pelajar yang membutuhkan koneksi internet tanpa batas.
"Malang pun bisa membuat program ini, tergantung pemerintahannya saja. Kalau mau aktif, dan tidak eman dalam membangun jaringan infrastruktur, sudah pasti program ini bisa dilaksanakan," katanya menambahkan.
Soal keamanannya sendiri, Tifatul menyebutkan pemerintah tak perlu khawatir. Pasalnya PT Telkom sudah memikirkan dan mengamankan program ini dari tangan-tangan jahil para hacker cracker.
Hal ini juga diperkuat oleh Direktur PT Telkom Indonesia Arief Yahya. Kepada wartawan saat jumpa pers kemarin, Arief mengatakan kerja sama dengan pemerintah ini dilakukan keseluruhan. Termasuk untuk mengatasi serangan para hacker.
Sementara daerah lain termasuk Malang, Arief mengatakan segera menyusul terkait program ini.
"Program ini akan dilakukan secara menyeluruh. Dan kamilah yang akan menjemput bola karena banyak kegiatan pemerintah yang memerlukan online," tambah Arief, yang mengatakan jika saat ini pihaknya sedang membangun jaringan fiber optic di 501 kabupaten/kota se Indonesia. "Saat ini sudah 136 jaringan fiber optic berdiri, dan tahun 2014 nanti semuanya harus selesai," tandas Arief.
Sementara acara grand launching kemarin sangat meriah. Dalam acara tersebut pihak panitian juga memberikan hiburan kesenian tari gandrung dan kesenian kuntulan. Selain hadir untuk melaunching Banyuwangi DiSo, Tifatul Sembiring juga mengukuhkan relawan TIK.
Ribuan siswa SMA se Kabupaten Banyuwangi kemarin juga hadir untuk memeriahkan launching Banyuwangi DiSo. Mereka juga membuktikan program layanan internet yang disediakan pemerintah Banyuwangi tersebut. Itu sebabnya, saat hadir para pelajar inipun langsung sibuk dengan laptop, tablet atau ponselnya masing-masing. "Lho iyo cepet internete," celetuk salah satu siswa, yang langsung melakukan konekting internet dengan jaringan WiFi secara gratis tersebut.
Tidak sekedar membuka, para siswa inipun langsung sibuk dengan aktifitas internetnya. Beberapa terlihat melakukan browsing materi tugas sekolah. Tapi tidak jarang mereka juga melakukan chatting melalui media sosial seperti Facebook ataupun Twitter.
Para siswa ini memang didatangkan untuk sosialisasi program Banyuwangi DiSo. Pasalnya selain membuka jaringan internet di area pemerintahan, program ini juga diperuntukkan kepada para siswa dan masyarakat lainnya."Ada jaringan WiFi di sekolah-sekolah, mereka dapat mengakses internet dengan biaya sangat murah yaitu  Rp 1000 perhari," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Annas.
Dia berharap dengan program Banyuwangi DiSo ini, para siswa dapat melihat jendela dunia, dan dapat meningkatkan prestasi. Untuk mendukung kemajuan tersebut, Annas pun mengatakan jika pihaknya akan membuat 10 ribu titik WiFi di Banyuwangi. Dengan begitu untuk melakukan akses internet pun akan sangat mudah.
"Saat ini sudah 1100 titik WiFi yang sudah jadi, dan tersebar di seluruh Banyuwangi," kata pria berkacamata ini sambil mengatakan jika 10 ribu titik WiFi ini akan selesai pada 2014 nanti. (vik/nda)