Awas, Power Bank Bikin Baterai Cepat Drop!

MALANG – Charger Portable atau yang kerap disebut power bank saat ini menjadi bawaan wajib pengguna smartphone dan tablet, terutama yang memiliki mobilitas tinggi.  Saat gadget kehabisan daya, mereka tak perlu mencari colokan untuk mengisi ulang baterai.
Meski mampu mengatasi masalah, namun bukan berarti alat ini terus dan selalu membantu.  Pasalnya, power bank yang terus menerus diketahui dapat merusak smartphone ataupun tablet. Seperti yang dikatakan Oleh Bayu Bastian, teknisi ponsel.
Kepada Malang Post, pria asal Dinoyo ini mengatakan, power bank dapat merusak  gadgets karena daya yang dikeluarkan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang seharusnya diterima oleh baterai ponsel. Salah satu contohnya, power bank dengan daya 5600 mAh dengan output daya 1.7 mAh digunakan pada ponsel atau gadgets yang baterainya hanya menerima input 1.5 mAh.
“Dengan daya besar serta output melebihi kapasitas, tentu saja pengisian akan cepat. Tapi jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat merusak baterai. Daya tahan baterai pun cepat berkurang,’’ katanya.
Bayu mengatakan, dampak kerusakan pada pemakaian power bank sendiri memang tidak seketika, melainkan bertahap. “Contohnya, baterai original BlackBerry. Masa penggunaan normalnya sekitar dua tahun. Tapi karena terus menerus diisi dengan power bank, dipastikan tidak sampai satu tahun baterai tersebut drop,” tambah Bayu.
Selain merusak baterai, penggunaan power bank juga akan dapat merusak IC baterai. Terlebih, pengisian pada power bank tersebut dilakukan saat kondisi ponsel atau smartphone on. “Terutama power bank yang harganya murah. Dengan harga murah, otomatis secara kualitas juga rendah. Dan ini yang sangat membahayakan. Jika terus-terusan dipakai, IC baterai bisa jebol. Ciri-cirinya adalah jika saat direcharge suhu ponsel  panas,’’ katanya lagi.
Selain terasa panas, cirri lainnya ponsel juga tiba-tiba mati saat direcharge menggunakan power bank. Jika ini terjadi pada ponsel user, sebaiknya segera cabut power bank agar ponsel bisa kembali ‘bernafas’.
Lantaran itulah, Bayu pun menyarankan kepada para pemilik smartphone atau tablet dengan mobilitas tinggi menyediakan baterai cadangan dari pada menggunakan power bank. Selain tidak merusak, penggunaan baterai cadangan juga dapat merefresh kinerja smartphone atau tablet. “Dengan melakukan lepas atau cabut baterai, maka secara otomatis ponsel atau smartphone melakukan restart. Sehingga kinerja ponsel pun akan ringan dan cepat,’’ katanya.
Meski merupakan alternatif yang lebih baik, bukan berarti cara ini tidak ada kekurangannya. Menurut Bayu, jika mencabut baterai, maka koneksi internet langsung terputus. (vik/nda)