Layar Kapasitif Bikin Sentuhan Lebih Smooth

MALANG – Meski tergolong pabrikan lokal, namun ZTE tak pernah setengah hati meluncurkan produk gadget di pasar tanah air. Kali ini di kelompok tablet, vendor asal Taiwan ini menampilkan ZTE Light Plus Tab sebagai jagoannya di segmen low-end.
Tablet yang dibanderol dengan harga Rp 1 jutaan ini merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya, ZTE Light. Salah satunya adalah mengganti jenis layar. ZTE Light Plus Tab sudah dibekali dengan layar sentuk kapasitif yang mempermudah user saat menggunakannya.
“Ukuran layar memang masih sama 7 inch, tetapi soal teknologi, layar ZTE Light Plus lebih baik. Pergerakannya jadi lebih smooth dan sangat menunjang untuk memainkan beragam aplikasi yang tersedia,” terang Frontliner Omega Cell, Septian Aditya pada Malang Post, kemarin.
Nilai plus lainnya yang dimiliki oleh tablet yang dibalut dengan bodi bermateri tangguh ini adalah dual camera yang disematkan di depan dan belakang. Untuk kamera belakang, meski beresolusi 3 megapiksel, namun hasil jepretannya sudah cukup jernih. Dibandingkan dengan tablet yang kelasnya sejajar, kamera ZTE Light Plus pantas mendapatkan gelar juara.
Septian melanjutkan, untuk kinerja, ZTE Light Plus diperkuat dengan prosesor single core 1 GHz, RAM 512 MB. Tablet ini juga sudah dibekali dengan slot SIM card sehingga dapat digunakan untuk telepon dan SMS. Untuk koneksi internet, ZTE Light Plus sudah berjalan di jalur HSDPA yang mampu berseluncur di dunia maya hingga 7,2 Mbps.
“Sektor storage, tablet ini sudah dilengkapi dengan ruang penyimpanan yang cukup besar, yakni 8 GB. Tetapi jika user ingin menambah koleksi gambar, lagu dan aplikasi, bisa menambahkan kartu memori hingga 32 GB,” sambung pria yang akrab disapa Tian ini.
Meski tampil sebagai penyempurna, namun ada juga kekurangan yang dimiliki tablet yang sudah dibekali dengan WiFi dan Bluetooth. Antara lain masih menggunakan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread dan belum dilengkapi dengan speaker.
“Sistem operasinya memang masih belum update. Tetapi untuk segmen low end, Android Gingerbread sudah cukup menampung kemampuan mereka. Sedangkan untuk menyiasati ketiadaan speaker, bisa menggunakan earphone atau melalui media Bluetooth,” pungkasnya. (nda)