Tumbuh Pesat, e-Commerce Rawan Penipuan

AWAS PENIPU : Perdagangan online di Indonesia yang naik, ada bahaya penipuan yang mengancam.

JAKARTA- Nilai transaksi e-commerce alias perdagangan online di Indonesia tumbuh nyaris dua kali lipat. Dari Rp 63 triliun naik jadi Rp 120 triliun tahun lalu. Namun di balik pesatnya bisnis e-commerce ini, ada bahaya penipuan yang siap mengancam. Ancaman ini terus diingatkan kembali oleh PANDI selaku Pengelola Nama Domain Internet Indonesia. Bahaya penipuan yang dimaksud, bisa saja datang dari situs e-commerce palsu yang mayoritas menggunakan domain .com. Andi Budimansyah, Ketua Umum PANDI, mengaku seringkali menemui situs e-commerce palsu yang gentayangan di jejaring sosial seperti Facebook, serta SMS broadcast yang menawarkan transaksi yang menggiurkan lewat situs e-commerce aspal tersebut.
"Banyak sekali, contohnya yang suka kirim gambar nge-tag orang di Facebook jual BlackBerry murah di Batam, itu pakai .com. SMS tipu-tipu yang saya terima juga pakai .com. Kasihan masyarakat yang tidak mengerti," katanya kemarin. Ia juga yakin, masih banyak lagi modus-modus penipuan semacam ini. Menurut Andi, modus penipuan yang memanfaatkan booming e-commerce ini makin banyak ditemui di Indonesia. Dan penipuan semacam ini sulit dibasmi karena keberadaannya yang tidak jelas. "Kalau pakai .com, polisi mau cari ke mana? Itu sebabnya kami di PANDI terus menyosialisasikan penggunaan domain .id, agar masyarakat terlindungi dari penipuan yang cenderung pakai gTLD (penyedia domain internet) yang bebas," jelasnya.
Ia pun menyarankan agar para wirausahawan di dunia maya untuk menggunakan domain .id agar lebih dipercaya konsumen karena statusnya yang terdaftar di Indonesia. "Bikin co.id tidak susah kok. Cuma memang harus bertanggungjawab, karena daftarnya minimal pake KTP. Jadi kalau ada masyarakat yang ditipu dan lapor polisi atau PPNS, maka PANDI atau registrarnya bisa menyampaikan kepada yang berwajib sebagai penanggung jawab atas domain .id untuk proses lebih lanjut," paparnya. PANDI juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang disampaikan oleh Kementerian Kominfo baru-baru ini untuk mendorong seluruh e-commerce lokal menggunakan domain co.id. (dk/mar)