Tak Puas di Puncak, Samsung Untung Rp 74,7 Triliun

Samsung Electronics memprediksi laba usahanya selama kuartal pertama 2013 akan mencapai USD 7,7 miliar atau sekitar Rp 74,7 triliun, naik 53 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Prediksi yang dikeluarkan Smasung sebelum laporan keuangannya dirilis pada 26 April nanti sebenarnya tak jauh beda dengan analisa para pengamat yang mengkalkulasi laba usaha pesaing Apple ini di angka Rp 74,6 triliun. Namun jumlah tersebut turun dari kuartal keempat 2012 sebanyak yang Rp 50,3 triliun. Meski begitu keuntungan ini melampaui estimasi analis dan mencatat rekor tertinggi untuk sejarah kuartal pertama perusahaan. Para analis pun menaruh harapan positif untuk kuartal kedua dengan telah dimulainya penjualan Galaxy S 4. Samsung diprediksi bakal mengalahkan jumlah pengapalan iPhone untuk kuartal ketiga mendatang. “Keuntungan kuartal kedua tampaknya akan lebih baik daripada yang pertama. Galaxy S 4 akan memiliki dampak yang hebat,” ucap Chung Chang Won, analis Nomura Holdings Inc.  “Pengapalan smartphone seri Samsung akan mengalahkan iPhone di kuartal ketiga,” tegasnya.
Seperti dikutip dari Cnet kemarin, Samsung memprediksi penjualan yang kuat dari seri Galaxy S dan Galaxy Note menjadi tulang punggung pendapatan di kuartal pertama ini. Analis memprediksi selama 2013, Samsung menjual sekitar 25 juta unit ponsel setiap bulan atau bisa melebihi 70 juta unit selama kuartal pertama 2013. Sedangkan penjualan yang dilakukan selama kuartal itu diprediksi Rp 446,2 triliun. Nilai kapitalisasi Samsung sendiri diperkirakan mencapai USD 220 miliar. Samsung saat ini berstatus sebagai salah satu vendor elektronik yang disegani. Apa yang menjadi kunci sukses perusahaan asal Korea Selatan ini?  Salah satunya adalah dalam soal memotivasi karyawan. Chief Samsung Group, Lee Kun Hee menyatakan bahwa pegawai Samsung tidak boleh puas meski sedang berada di puncak dan harus selalu merasa dalam keadaan krisis. Sebab, persaingan di industri sangat ketat. “Kesadaran akan krisis adalah sebuah kebutuhan setiap waktu,” ujar Lee dikutip dari Yonhap News, kemarin.
Menurutnya, Samsung harus bekerja dan berpikir lebih keras dari sebelumnya. Lee sendiri dikenal sebagai sosok kunci kebangkitan Samsung. Sekitar dua dekade lalu, dia menjadi pemimpin Samsung setelah kematian pendiri dan ayahnya, Lee Byung-Chull. Pada tahun 1993, dia mengumpulkan eksekutif top Samsung dalam sebuah rapat di Jerman. Lee meminta mereka mengubah apapun untuk menyukseskan Samsung, kecuali mengubah anak dan istri. Sejak saat itu, Lee selalu menegaskan bahwa ancaman krisis tidak boleh membuat Samsung terlena. Meskipun Samsung mencetak rekor pendapatan, Lee menyatakan mereka harus segera melupakan sukses itu dan bersiap menghadapi tantangan masa depan. (dk/mar)