Lima Tim Juarai XL GameHack 2013

JAKARTA- Setelah melalui proses penjurian yang ketat di babak final, akhirnya terpilih lima pemenang XL GameHack 2013. Selain perangkat komputer dan gadget terbaru, setiap pemenang juga akan mendapatkan Minimum Revenue Guarantee sebesar US$2,000 beserta bantuan marketing dari tim XL dan TMG setelah gamenya dirilis, dan juga konsultasi social gaming dari pakar social game dari Jepang. Chief of Digital Services Officer XL, Dian Siswarini mengatakan kompetisi ini tidak sekadar mencari siapa yang paling hebat dalam membangun suatu social gaming. “Bagi XL, ajang ini sekaligus menandai upaya kami dalam merangkul para developer game untuk maju bersama memanfaatkan peluang bisnis dalam era layanan data. Kami ingin mereka terus maju, berkreasi dan juga berkembang dalam berbisnis. Jika industri kreatif nasional bisa maju, saya yakin, banyak manfaat yang bisa kita petik bersama,” paparnya.
Grand Champion diraih oleh Tim Peregrine dari Jakarta dengan nama game karyanya “Ducks & Dragons”. Untuk kategori professional, juara pertama diraih oleh tim Tanoshii Creative (Jakarta) dengan game “Garata”. Juara kedua AppKitchens (Jakarta) dengan game “Adu Telor”. Sementara itu, untuk kategori umum, juara pertama diraih oleh tim GDC Force (Jakarta) dengan game “Kebeng”, dan juara kedua BebasWe (Bandug) dengangame “Monster World Adventure”.
“Pada final yang berlangsung di Jakarta, Selasa (9/4), sesi penjurian XL GameHack berlangsung dari pukul 09.00 sampai 12.00,” lanjut dia. Selama tiga jam penuh, setiap tim finalis memaparkan hasil kerjanya yang disuguhkan dalam bentuk presentasi lima menit dan demo produk di depan tiga juri yang memiliki reputasi tinggi dalam industri mobile games, yaitu Andy Zain (CEO PT Numedia Global), Yusup Martyastiadi (Dosen Game & Grafis UMN), dan Felix Ramli (Country Manager TheMobileGamer).
“ Ada lima kriteria penjurian yang harus ditunjukkan oleh para finalis dalam hasil karya gamenya di kompetisi ini, yaitu desain artwork yang memukau, alur game yang membuat orang kembail bermain lagi, fitur dan cara bermain di game, mekanisme sosial dan interaksi antarpemain, dan monetisasi di dalam gamenya,” terangnya. Menurut para produser game TMG, kelima elemen tersebut sangatlah penting dalam sebuah game sosial, dan menentukan laku atau tidaknya game di pasar mobile social gaming. Selama 2 minggu terakhir ini, 15 tim finalis yang telah dipilih pada Semi Final XL GameHacktanggal 23-24 Maret di Universitas Multimedia Nusantara kemarin, berusaha menyempurnakan karya game sosialnya di platform Kotagames. Terdapat 8 tim finalis di kategori Umum, yaitu: Selamat Berbahagia, Kong TM1, Kong TM2, GDC Force, BebasWe, Walpole, UMN Lancer, dan titiKoma. Selain itu, ada 7 tim yang masuk kategori profesional: Tanoshii Creative, StudioIndependent, Peregrine, Nijibox, AbigaelDev, AppKitchens, dan Agajo. Selain tim TheMobileGamer yang menjadi event organizer dari acara ini, beberapa representatif Universitas Multimedia Nusantara dan PT XL Axiata juga hadir sebagai partner utama penyelenggaraan acara XL GameHack tahun ini. (mar)