Axis Refarming 4G LTE di 1.800 MHz

JAKARTA- Axis Telekomunikasi Indonesia berharap bisa segera memanfaatkan sebagian spektrum seluler yang ditempatinya di 1.800 MHz untuk menyelenggarakan jaringan 4G berbasis Long Term Evolution (LTE). “Dari 15 MHz yang ada di 1.800 MHz akan kami propose 5 MHz untuk refarming LTE. Sisanya 10 MHz tetap untuk GSM,” kata Deden Machdi, GM Technology Strategy Axis, di Menara Dea, Jakarta, kemarin. Untuk menuju ke arah itu, Axis pun telah jauh-jauh hari meminta izin kepada pemerintah agar diperbolehkan untuk trial LTE secara outdoor di dua kota, Jakarta dan Jawa Barat, pada pertengahan April ini. Namun sayangnya, permintaan izin itu ditolak.
Kementerian Kominfo menolak memberikan izin uji coba LTE saat ini karena dinilai berpotensi interferensi dan mengganggu layanan seluler milik Telkomsel (22,5 MHz) dan XL Axiata (7,5 MHz) yang juga beroperasi di 1.800 MHz. "Dicoba saja belum, bagaimana bisa bilang interferensi. Justru dengan trial outdoor ini kami bisa tahu secara langsung kondisi real di lapangan interferensinya seperti apa. Kan bisa dilihat dari spectrum analyzer," papar Deden. Walaupun sudah ditolak, namun Axis masih belum patah arang untuk meminta izin trial. Anak usaha Saudi Telecom ini pun sempat meminta pertimbangan Kominfo saat pertemuan para operator seluler di Yogyakarta, Kamis (18/4) lalu.
“Ketika kami sampaikan, Dirjen SDPPI Kominfo, Pak Budi Setiawan, cukup merespon positif permintaan kami. Dia mengatakan pertimbangan ini akan dibawa ke rapat pleno,” ujarnya. Head of Corporate Communication Axis, Anita Avianty menambahkan, uji coba LTE dengan teknologi netral ini bertujuan untuk membuat pemanfaatan spektrum jadi lebih efisien, sesuai misi pemerintah untuk memperluas penetrasi broadband. “Dengan teknologi netral, cost yang dikeluarkan bisa lebih efisien dan kualitas yang kami dapatkan dengan LTE jauh lebih bagus dari sebelumnya. Sayang sekali jika trial ini ditunda. Sebab, infrastrukturnya sudah disiapkan, tinggal switch on,” jelasnya. Sebelumnya Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan peluang bisnis untuk LTE akan dibuka akhir tahun 2013 nanti dengan skema refarming atau pemanfaatan ulang frekuensi dengan menggunakan teknologi netral. “Kalau begitu kan sudah tepat sekali kami meminta izin trial. Jadi di akhir tahun nanti kami sudah siap jika LTE sudah mulai dibuka peluang bisnisnya,” tandas Anita. (dk/mar)