Samsung Belum Terbendung

Performa bisnis Samsung Electronics belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Dalam laporan keuangan terakhirnya, vendor asal Korea Selatan ini membukukan pertumbuhan profit 41 persen yang dipicu larisnya penjualan ponsel. Pada kuartal I 2013, Samsung mencetak profit USD 6,4 miliar, 41 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2012. Analis mengatakan, kesuksesan Samsung antara lain berkat strateginya menawarkan ponsel di semua rentang harga. “Sebuah strategi bagus memberikan perangkat pada semua segmen konsumen dengan harga beragam,” kata Andrew Milroy, analis di Frost & Sullivan. Pada kuartal tersebut, Samsung diperkirakan menjual antara 68 juta hingga 70 juta unit smartphone. Lini bisnis ponsel Samsung diperkirakan menyumbang persentase keuntungan 70 persen.
Samsung diprediksi belum akan terbendung dengan akan dipasarkannya Galaxy S4, handset flagship terbarunya. Dikutip dari BBC kemarin, ada analis yang memperkirakan Galaxy S4 akan terjual 22 juta unit di kuartal II 2013. Terlebih, Apple yang dinilai sebagai pesaing utama Samsung belum meluncurkan iPhone generasi terbaru. Dan ditunjang dengan kekuatan marketing besar, Galaxy S4 berpotensi laris manis. Sementara, dugaan soal Samsung yang ingin menelurkan Galaxy S4 versi dual SIM terbukti adanya. Dengan mengusung seri I9502, vendor Korea Selatan itu telah secara resmi mengumumkan kehadirannya.
Galaxy S4 dual SIM memiliki spesifikasi yang sama persis dengan I9500 yang dipersenjatai prosesor Exynos 5 Octa, mulai dari layar Super AMOLED 5 inch serta mengusung Android Jelly Bean 4.2. Bedanya hanya terletak pada beratnya, dimana I9502 lebih berat sekitar 2 gram dibanding I9500. Namun ternyata Galaxy S4 versi dual SIM tersebut disiapkan khusus oleh Samsung hanya untuk pasar Cina. Tidak jelas apakah negara lain juga akan kebagian nantinya.
Selain I9502 yang hadir dengan kemampuan dual SIM, khusus pasar China, Samsung sejatinya telah lebih dulu menghadirkan I9508 yang merupakan Galaxy S4 dengan prosesor Snapdragon S600. Namun bukannya mengusung frekuensi jaringan 4G LTE (Long Term Evolution) melainkan TD-SCDMA yang merupakan teknologi 3G yang diadopsi China. (dk/mar)