Gentayangan di Malang, Harga Tembus Rp 13 Juta

MALANG – Setelah ditunggu lama, BlackBerry akhirnya merilis produk barunya, BlackBerry Q10. Seperti yang diberitakan di situs online, produk dengan bentuk hybrid ini kali pertama dilepas di Inggris. Tidak tanggung-tanggung, pada penjualan perdana tersebut, sekitar 2000 unit BlackBerry Q10 ludes terjual dalam waktu 90 menit. Angka tersebut sangat luar biasa, mengingat pada generasi sebelumnya tak setinggi itu.
Yang menarik, meski baru dijual secara resmi di Inggris, namun penampakan ponsel pintar super canggih ini sudah banyak beredar di pasar tanah air. Dari pantauan Malang Post, di Malang sudah ada beberapa gerai yang memiliki stok BlackBerry Q10. Di Malang Plaza contohnya, ada beberapa outlet yang menjual produk tersebut. Tentu saja, BlackBerry Q10 ini tidak dijual secara terbuka, lantaran barang yang dijual juga bukan barang resmi, alias Black Market (BM). Yang lebih mengagetkan lagi, gadget asal Kanada ini dibanderol dengan harga yang sangat tinggi. “Harga Q10 Rp 13 juta. Stok barangnya ready,” ujar salah satu owner konter di Malang Plaza.
Sekalipun sangat mahal, namun harga tersebut cukup lumrah untuk produk yang belum masuk di Indonesia. Bahkan, saat awal-awal Blackberry Z10 belum dilaunching, beberapa bulan lalu, beberapa gerai atau outlet yang menjual produk tersebut mematok harga mulai dari Rp 12 juta. “Dulu Z10 kami jual pertama Rp 14 juta, dan setelah launching turun, karena produknya sudah resmi. Sekarang harga Blackberry Z10 Rp 7,5 juta,” tambah sumber yang memiliki gerai di Lantai I Malang Plaza ini.
Sementara sumber lain juga menyebutkan, memiliki beberapa unit Blackberry Q10. Harga untuk perunitnya pun hampir sama, berkisar Rp 12,5 juta– Rp 13 juta. Tapi begitu, saat Malang Post mencoba untuk melihat bentuk ponsel tersebut, sumber langsung menolak, dengan alasan keamanan. “Dapat barangnya dari teman yang ada di Amerika, beberapa waktu lalu,” katanya.
Promotor BlackBerry Mega Mustika, mengatakan belum mengetahui pasti kapan ponsel premium tersebut hadir di Malang. Dia pun berharap, BlackBerry Indonesia tidak menunda untuk merilis ponsel canggih ini, mengingat permintaan ponsel ini juga sangat banyak. “Sekarang belum ada, tapi yang bertanya dan memesan banyak,” kata wanita yang memiliki wilayah tugas di Pertokoan Malang Towns Square.
Senada dengan Mega, Oktavia Shanti, promotor BlackBerry area pertokoan Malang Olympic Garden (MOG) mengatakan saat ini sudah lebih dari 10 orang yang menanyakan Q10 kepadanya. Tapi begitu, Octa pun belum dapat memastikan kapan produk besutan Research In Motion tersebut akan hadir di Malang.
Q10 sejatinya tidak jauh berbeda spesifikasinya dengan kakaknya Z10. Hanya bentuk fisiknya yang berbeda, karena Q10 memiliki bentuk hybrid, yaitu mengusung layar sentuh tapi juga dilengkapi dengan keyboard Qwerty ala BlackBerry. Layar Q10 sendiri lebih kecil. BlackBerry hanya menanamkan layar 3.1 inch super amoled dengan resolusi 720X720 dengan kepadatan hingga 360 ppi. Dan berat total produk ini hanya 139 gram. Untuk motor penggerak sekaligus otaknya, kakak beradik yaitu Z10 dan Q10 sama persis. Yaitu mengusung prosesor dual core 1,5 GHz, RAM 2 GB, penyimpanan internal 16 GB, dua kamera masing-masing beresolusi 2 MP untuk kamera depan dan 8 MP untuk kamera belakang. Keduanya juga sudah dilengkapi dengan konektivitas 4G LTE dan NFC.(vik/nda)