Diskontinyu Namun Tetap Digemari

DIGEMARI : Meski tidak diproduksi lagi, Sony Xperia Ion tetap digemari.

Sony Xperia Ion
MALANG– Munculnya berbagai produk baru, memaksa Sony untuk menghentikan produksi berbagai produk lama. Salah satu produk yang tidak lagi diperoduksi oleh Sony adalah Xperia Ion.  Ponsel pintar yang dirilis pada awal tahun 2012 ini sudah dinyatakan diskontinyu. Namun, produk ini  belakangan justru dicari oleh konsumen. Rolita Sajidah, promotor Sony mengatakan banyak alasan, yang membuat Xperia Ion banyak dicari. Selain produk ini salah satu generasi pertama produk smartphone berbasis Android, Sony juga membenamkan teknologi LTE di dalam Xperia Ion. Bahkan, Sony sendiri sempat mengklaim bahwa ponsel itu merupakan smartphone yang membenamkan teknologi LTE pertama di Indonesia. “Teknologi LTE sendiri sebetulnya waktu itu memang tidak bisa digunakan secara maksimal. Tapi seiring waktu, teknologi tersebut sudah bisa digunakan,” kata wanita yang memiliki wilayah tugas di area Malang Plasa ini.
Rolita menjelaskan, selain teknologi LTE, banyak teknologi canggih ditanamkan pada produk ini. Diantaranya adalah layarnya sudah dibenamkan layar sebesar 4.55 inci dan terbungkus pada plastic glosy berwarna hitam. Cukup lebar, kesan elegan pun langsung terpancar. Ditambah lagi dengan bahan brushed metal di bagian belakang ponsel, memuat tampilan ponsel pun kian apik, dan memberikan image mahal.  “Layarnya memang sangat lebar, yaitu 4,55 inci dengan resolusi 1280 x 720 (HD) dengan lapisan kaca antigores dan kamera berukuran 12 megapiksel,” tambahnya.  Tampilan layar terbilang sangat jernih dan tajam, dengan tingkat kepadatan pixel 323 ppi.
Terlebih saat fitur Bravia Engine diaktifkan, meningkatkan kontras dan ketajaman layar sehingga warna-warna tampil cerah dengan saturasi tinggi. Layar Xperia Ion cukup besar dan tajam untuk bisa menikmati film HD dalam resolusi aslinya tetapi film full-HD akan mengalami downscaling. Sementara untuk performa Xperia Ion dibekali dengan prosesor dual-core Qualcomm MSM8260 Snapdragon berkecepatan 1,5 GHz dipadu RAM sebesar 1 GB dan GPU Adreno 220.  Spesifikasi tersebut terbilang lumayan mumpuni untuk ukuran saat ini, meskipun masih berada di bawah beberapa model smartphone top-end dari produsen lain. (vik/mar)