AV-TEST Akui Keunggulan Dynamic Whitelist Milik Kaspersky Lab 

JAKARTA - Teknologi Dynamic Whitelist Kaspersky Lab meraih sertifikat “Approved Whitelisting Service” menyusul pengujian independen yang dilakukan oleh lab riset AV-TEST. Terintegrasi ke dalam sejumlah solusi keamanan Kaspersky Lab, teknologi ini dirancang untuk melindungi komputer dengan bantuan database dari software terpercaya.
Kaspersky Lab adalah vendor pertama yang menerima sertifikat tersebut dari lab pengujian independen. Para ahli AV-TEST mengakui tingginya tingkat reliabilitas dan efisiensi teknologi tersebut.
AV-TEST mengundang sejumlah perusahaan yang mengembangkan produk keamanan komprehensif dan solusi Whitelist khusus untuk ambil bagian dalam pengujian ini. Namun, Kaspersky Lab menjadi satu-satunya perusahaan yang setuju untuk diuji.
Lebih dari 200 ribu sampel baru software berbahaya muncul setiap harinya di Internet. Oleh karena itu, demi memastikan komputer selalu aman lebih mudah dan lebih efisien untuk mengandalkan database program bersih dan terverifikasi dibanding terus-menerus memeriksa blacklist software berbahaya. Jelas bahwa program jahat akan selalu ada lebih banyak dibanding program biasa. Namun, reliabilitas Whitelisting bergantung pada kualitas implementasinya seperti jumlah database file yang diketahui, kecepatan operasi dan parameter penting lainnya.
Dalam pengujian yang berlangsung antara November 2012 dan Februari 2013 tersebut, teknologi Whitelisting Kaspersky Lab menjalani lima pengujian untuk melihat seberapa baik teknologi tersebut dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan yang berbeda. Parameter yang diuji termasuk cakupan database (database coverage), kualitas, kecepatan, tingkat identifikasi salah (false rate) dan kualitas mode operasi default deny.
 Para ahli AV-TEST menggunakan database mereka sendiri yang berjumah sekitar 20 juta file dalam software populer. Untuk membuat kondisi pengujian semirip mungkin dengan kehidupan nyata, software dimuat (loaded) dari situs vendor dan sumber pihak ketiga dimana versi lama atau versi yang sudah dimodifikasi bisa didistribusikan.
Solusi Kaspersky Lab menunjukkan hasil yang mengesankan dikeseluruhan lima pengujian. Pada temuan utama, terlihat bahwa database dynamic whitelist Kaspersky Lab memiliki 97,5 persen dari seluruh software terkait sektor korporat dan 96% file software yang digunakan pengguna rumahan.
Selain itu, solusi Kaspersky Lab tersebut memiliki "pengetahuan" atas semua file penting Windows 8. Ini artinya mode Default Deny juga mendukung Windows 8 selain versi Windows lainnya. Sistem ini tidak menghasilkan satupun identifikasi positif palsu (false positive) dimana seluruh file dan aplikasi yang bersih diidentifikasi dengan benar.
Vladimir Zapolyansky, Director of Global Product and Technology Intelligence, Kaspersky Lab mengatakan, para pakar telah lama menyadari bahwa melindungi komputer dengan menggunakan software whitelist merupakan metode yang andal dan menjanjikan, namun implementasi pendekatan Whitelisting bisa jadi berbeda antara satu vendor dengan vendor lainnya.
“Oleh karena itu kami sangat gembira menerima sertifikat AV-TEST karena ini artinya reliabilitas dan efisiensi solusi kami telah dipastikan oleh pakar independen. Evaluasi ini adalah rekomendasi bagus bagi klien mengingat apa yang ada di pasar," terang dia.
Database Dynamic Whitelist Kaspersky Lab berisi lebih dari 700 juta file unik yang selalu diupdate Kaspersky Lab dan lebih dari 300 partnervendor software. Ini bukan pertama kalinya efektivitas teknologi Whitelisting Kaspersky Lab dikonfirmasi melalui analisis para pakar. Pada tahun 2011, labpengujian independen, West Coast Labs, memberikan Kaspersky Lab penghargaan Platinum Product Award berdasarkan hasil pengujian mereka.
Teknologi Whitelisting terintegrasi di dalam produk rumahan Kaspersky Lab, Kaspersky Anti-Virus dan Kaspersky Internet Security.Teknologi ini juga tersedia di dalam solusi Kaspersky Endpoint Security for Business yang dirancang untuk melindingi workstation korporat.(fia)