Kenali Karakter VGA Anda

MALANG – Para pecinta game, wajib memperhatikan kartu grafis (VGA Card), sebagai penyempurna tampilan gambar pada game yang dimainkan baik itu di laptop maupun komputer. Itu lantaran ada perbedaan karakter  pada masing-masing kartu grafis.
Sebagai contoh Nvidia dan ATI Radeon, kedua kartu grafis ini memang cukup populer di telinga para gamer, karena memang kerap ditanam pada paket komputer maupun laptop. Meskipun sama-sama populer, namun kedua kartu grafis ini sebetulnya memiliki perbedaan karakter yang mendasar.
Banyak gamer menyebutkan kartu grafis ATI Radeon lebih unggul lantaran dapat menampilkan gambar dan grafik secara detail dan sempurna. Yoga Hermawan, IT Enginering Kios Komputer, Jalan Candi Sewu mengatakan kartu grafis ATI memiliki eyefiniti, HD3D, dan APP.
Eyefiniti sendiri merupakan teknologi yang memungkinkan sebuah VGA dipasangkan 6 monitor karena memiliki 6 port dvi. Sehingga, saat bermain game, pengguna akan mendapatkan kepuasan tersendiri, lantaran layarnya yang lebih lebar.
“Contohnya bermain NFS, gamers akan merasakan bermain di dalam sirkuit, karena memang layar yang lebih besar dan lebar,’’ kata Yoga. Namun begitu, ATI sendiri memiliki kelemahan, yaitu tidak support physx.
Sementara untuk NVidia, Yoga pun menjelaskan secara detail. Menurut Yoga, NVidia memiliki stereoscopic (harus SLI), Physx, CUDA, 3D surround. Yoga juga menjelaskan pengertian physx.
Physx merupakan efek – efek visual yang realistik dalam game merujuk pada hukum fisika ( diantaranya massa, gravitasi, gesekan angin, aliran air). Dan hukum tersebut sangat mempegaruhi kualitas gambar baik itu ketajaman maupun kejernihannya.
Sementara CUDA (Compute Unified Device Architecture) adalah arsitektur komputer paralel. Teknologi ini memungkinkan GPU, processor yang tertanam dalam VGA untuk membantu CPU dalam kalkulasi pemrosesan data.
Hal ini tentu saja mempercepat kinerja komputer secara keseluruhan. CUDA, yang bekerja pada bahasa pemrograman C dirancang untuk memaksimalkan kinerja GPU dalam memecahkan kompleksitas yang terdapat pada proses kumputasi. Teknologi ini memaksimalkan proses pengolahan gambar, video, rendering 3D, dan lain sebagainya. “Dengan CUDA, encoding sebuah video dapat dijalankan lebih cepat,’’ urai Yoga. Tapi begitu, bukan berarti NVidia tidak memiliki kelemahan. Kartu grafis ini dikatakan Yoga lebih boros listrik dan jauh lebih mahal, karena stereoscopic SLI.
Dengan penjelasan tersebut, Yoga pun memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk memilih kartu grafis yang cocok untuk disematkan pada paket komputer maupun laptopnya.
“Yang jelas, untuk bermain game ATI Radeon jelas dapat tampil lebih bagus, karena kinerja kartu bisa dipaksakan untuk berjalan cepat, sehingga gambar pun terlihat sempurna. Sedangkan NVidia, meskipun tidak bisa dipasakan berjalan cepat, kinerja kartu grafis ini sangat stabil, dan tidak mudah panas,’’ tandasnya.(vik/fia)