Q10 Resmi Diluncurkan

MALANG POST - BlackBerry Q10 akhirnya secara resmi diluncurkan di Indonesia. Preorder perangkat hybrid (layar sentuh + keyboard QWERTY) tersebut dibuka mulai hari ini. Managing Director BlackBerry Indonesia, Maspiyono Handoyo  menegaskan, bahwa pre-order Q10 baru dibuka untuk empat operator, yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata dan Axis. “Nanti baru akan dijual bebas pada tanggal 27 Juni mendatang dengan harga Rp 7.499.000,” ujarnya dalam acara launching di Hotel Hilton Bandung, kemarin. Dijelaskan dia, BlackBerry Q10 dilengkapi layar sentuh berukuran 3,1 inci super AMOLED dengan resolusi 720 x 720 360 ppi, prosesor dual-core 1,5 GHz, RAM 2 GB, penyimpanan internal 16 GB, slot micro-SD, baterai 2,100 mAh, serta kamera 8 megapiksel dan 2 megapiksel di sisi depan serta dilengkapi dengan konektivitas 4G LTE dan NFC.
“BlackBerry Q10 menggunakan casing dari bahan glass weave yang diklaim lebih kuat dari plastic,” terangnya dalam rilis yang dikirim ke Malang Post. Menurut dia, jika seri-seri QWERTY BlackBerry sebelumnya selalu memiliki tombol call, menu, back, off dalam bentuk fisik, pada seri Q10, tombol-tombol fisik tersebut dihilangkan. “Termasuk keberadaan trackpad yang tak ada lagi. Untuk urusan navigasi, pengguna tinggal langsung menyentuh layar karena ponsel ini sudah mendukung layar sentuh Gorilla Glass yang responsive,” urai Maspiyono, panggilannya. BlackBerry sendiri tak lupa melakukan survei sebelum menghadirkan BlackBerry Q10 ini. Hasilnya, sebanyak 80 persen lebih pengguna tertarik untuk membeli handset hybrid ini (layar sentuh dan keyboard QWERTY) itu.
Tak jauh berbeda dengan 'sang kakak', yakni Z10, dia percaya diri menyebut jika Q10 akan jauh lebih sukses. “Dari saya keliling ke sejumlah operator, mereka menyambut baik dan optimistis penjualan akan tiga kali lebih tinggi dari Z10. Ya, itu survei kecil-kecilan mereka di keluarga terdekatnya,” tambahnya. Di sisi lain, Maspiyono mengklaim bahwa penjualan handset berbasis OS BlackBerry 10 pertamanya, yakni Z10 tergolong laku keras di Indonesia. “Permintaan Z10 dibandingkan supply (ketersediaan) yang ada, tidak sebanding. Maka saya mohon maaf kalau beberapa waktu lalu, Z10 susah didapatkan,” kata dia.  Namun, ketika ditanya jumlah unit penjualan selama beberapa bulan terakhir, pria ini enggan mengungkapkan lebih jauh.

Bersaing Usai Lepas Aplikasi BBM
PELUNCURAN BlackBerry Q10 sekaligus menandai pertaruhan awal BlackBerry di negeri ini pasca mengumumkan tak lagi ekslusif menawarkan aplikasi andalan BlackBerry Messenger (BBM). Menarik untuk disimak, apakah Q10 yang semula dijadikan jagoan untuk merebut pasar premium penikmat keyboard QWERTY di Indonesia, masih diminati setelah banyak pengguna menunggu kehadiran BBM di Google Play Android dan Apple AppStore, pertengahan tahun ini.
Dengan banderol harga hampir sekitar Rp 7,5 juta, Q10 juga dipertanyakan apakah masih mampu bersaing dengan handset dengan harga sejenis jika BBM pun nantinya juga bisa digunakan di handset seperti Samsung Galaxy S4, HTC One, Sony Xperia Z, atau Apple iPhone 5.
Hal yang sama juga bisa saja terjadi saat Q5 diluncurkan oleh BlackBerry di Indonesia pada Agustus nanti. Dengan banderol Rp 4,2 jutaan, bisa saja BlackBerry 10 versi QWERTY yang lebih murah dibanding Q10 itu ikut dilibas handset Android maupun iOS yang lebih murah, misalnya saja Galaxy S III dan iPhone 4S yang sudah turun harga. Belum lagi masih banyak handset yang harganya jauh di bawah harga pasaran kedua handset BlackBerry terbaru itu. Teletama Artha Mandiri (TAM) selaku distributor terbesar BlackBerry saja sempat mengaku ketar-ketir penjualan BlackBerry bisa merosot jika BBM nantinya sudah bisa di-download oleh ponsel Android dengan harga Rp 1 jutaan.
Jelas, masalah ini menjadi tantangan bagi pihak BlackBerry untuk mempertahankan 50 persen pangsa pasarnya di Indonesia. Jika tak pintar-pintar memainkan strategi, masyarakat pengguna BlackBerry di Indonesia yang sangat mencintai BBM bisa saja berpaling ke lain handset.  BlackBerry yang telah menjual dan melayani lebih dari 13 juta handset di Indonesia masih akan menggunakan TAM, Comtech Selular, dan Surya Citra Multimedia (SCM) untuk jalur distribusi Q10. Pasokan dari para distributor ini kemudian dikemas secara bundling oleh Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Axis. (mar)