200 Sekolah Tercover Telkom IndiSchool

LAUNCHING: Telkom IndiShcool sudah mengcover 200 sekolah di Malang Raya. Untuk menandainya, kemarin program ini dilaunching sekaligus mengukuhkan Duta IndiSchool.

MALANG -  Program Wifi IndiSchool yang dirilis oleh PT Telkom bekerjasama dengan Kemendikbud, Diknas Provinsi, dan Diknas Kota/Kab telah menyentuh 200 sekolah di wilayah Malang Raya. Angka ini bakal terus bertambah hingga penghujung tahun 2013 mendatang.
Dalam gelaran Launching dan Pengukuhan Duta IndiSchool Malang di Aula Bersama SMA Tugu, kemarin siang, GM Telkom Witel Malang, Djatmiko mengatakan, saat ini di Malang Raya sudah tergelar IndiSchool di 200 sekolah, dengan jumlah Akses Point (AP) sebanyak 1025 unit. Pemasangan IndiSchool bakal berlanjut ke sekolah lain dengan prioritas ke sekolah SMP dan SMA sederajat.
“Target kami di akhir tahun ini IndiSchool bisa dinikmati di 1000 sekolah. Bahkan jika memungkinkan, target ini bisa kami penuhi lebih awal, sehingga kami bisa melaunching 1000 IndiShool dalam peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang,” beber Djatmiko pada Malang Post usai pengukuhan, kemarin siang.
IndiSchool sendiri merupakan bagian program Telkom dalam Indonesia Digital Society. Program ini bertujuan memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah yang berada di kota dan di daerah pinggiran melalui penyediaan infrastruktur. Hal ini berkaitan pula dengan program pemerintah dalam rangka mencerdaskan pelajar Malang raya di berbagai pelosok.
Djatmiko menambahkan, agar program ini bisa bekelanjutan, Telkom sudah menyiapkan upaya maintenance. “Sejak awal kami sudah meyiapkan cara perawatan perangkat Wifi yang digunakan. Antara lain dengan menggunakan akses point yang sudah memiliki teknologi terbaru sehingga pengawasan dan pengelolaan dapat dilakukan secara terpusat. Baik di tingkat Malang maupun Jakarta,” sambung pria ramah ini.
Pengawasan yang dapat dilakukan jarak jauh dan terpusat ini di antaranya bisa mengetahui berapa banyak data yang sudah terpakai di satu sekolahan, berapa pengguna aktif, hingga perangkat yang mati. Dengan adanya pengawasan langsung seperti ini, Telkom bisa langsung melakukan penanganan yang dibutuhkan.
Penggunaan IndiSchool sendiri dibanderol dengan tarif yang terjangkau. Bahkan Telkom memberikan tarif nol rupiah untuk 30 menit pertama. Sedangkan untuk tarif langganan harian, para pelajar cukup menyisihkan uang Rp 1000.
Sementara itu, untuk melengkapi IndiSchool, Telkom bekerjasama dengan Pemkot Malang juga tengah mewujudkan program Ngalam Cyber Street. Program ini merupakan kegiataan penyediaan Wifi Id di seluruh tempat di Koat Malang, seperti publik area, bisnis area hingga tingkat RT/RW. Menurut Djatmiko, program ini setidaknya bisa menjangkau 500 titik di Kota Malang hingga akhir tahun.
“Saya punya mimpi, sepanjang Jalan Soekarno Hatta nantinya akan tercover dengan Wifi Id. Di sana mahasiswa atau masyarakat yang sedang asyik nongkrong bisa sambil menikmati internet gratis,” ungkapnya.  
Menanggapi hal ini, Sekda Kota Malang, DR. H. Shofwan, M.Si  mengatakan, Pemkot Malang berkomitmen penuh mendukung program positif yang dirintis oleh Telkom. “Masyarakat saat ini membutuhkan akses informasi serba cepat. Keberadaan program Wifi Id mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dari pemkot sendiri akan mendorong kegiatan Telkom. Jika targetnya 1000 titik, kami akan mengupayakan bisa dua kali lipat,” jelasnya. (nda)