Social Media Kian Menggurita di Smartphone

MALANG POST - Bisa dikatakan, hampir 90 persen akses jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan sejenisnya, datang dari ponsel pintar alias smartphone dan tablet seiring menurunnya pengapalan PC dan laptop dalam dua tahun terakhir. Hal ini diamini oleh para pegiat smartphone dari komunitas BlackBerry dan Android di Indonesia, dalam perbincangan di sela uji coba jaringan mudik salah satu operator telekomunikasi, baru-baru ini. Menurut penggagas komunitas id-Android, Agus Hamonangan, antara social media dan smartphone terdapat hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan karena keduanya saling mendukung untuk meraih pertumbuhan yang signifikan.
“Hampir setengah lebih akses social media lewat smartphone. Ini bisa dilihat dari lebih banyaknya pengapalan smartphone daripada PC atau laptop dalam dua tahun terakhir,” paparnya.
Sama halnya yang dipaparkan Dedi Avianto (@idBerry), pegiat sekaligus pengembang aplikasi BlackBerry, bahwa hampir 90 persen akses social media berasal dari ponsel pintar dan tablet. “Orang-orang sekarang lebih banyak mobile daripada berdiam diri di depan PC atau laptop, apalagi saat ini banyak ponsel murah yang beredar di pasar saat ini,” tuturnya.
Bakrie Telecom dalam risetnya seputar social media menyebutkan bahwa jejaring sosial memang kian menggurita lewat smartphone, khususnya di Indonesia. Tercatat, ada 51 juta pengguna dari Indonesia yang mengakses Facebook di antara satu miliar pengguna di seluruh dunia. Sementara Twitter diakses oleh 19,5 juta pengguna Indonesia dari 500 juta pengguna global. Sementara Path digunakan oleh 700 ribu pengguna Indonesia dari 5 juta pengguna global. Jejaring Line juga punya 10 juta pengguna Indonesia dari 23 juta pengguna global. Di Google+ ada 3,4 juta pengguna Indonesia dari 400 juta pengguna global. LinkedIn juga mencatat 1 juta pengguna Indonesia dari 200 juta pengguna global. Belum diketahui secara pasti berapa pengguna asal Indonesia di Instagram yang mencapai 100 juta pengguna global, dan Foursquare yang mencatat 25 juta pengguna global.
Yang pasti, jumlah pengguna asal Indonesia di kedua jejaring itu cukup banyak. Tercatat, aplikasi chatting juga tumbuh subur di Indonesia. Kakao Talk misalnya, sejak hadir 2010 lalu telah menerima 2,6 miliar pesan, mengirimkan 1,3 miliar pesan dan memiliki 83 juta pengguna global. WhatsApp juga mencatat total pengiriman 20 miliar pesan dan menerima 18 miliar pesan dengan jumlah 200 juta pengguna global. Sementara aplikasi WeChat hingga saat ini memiliki sekitar 125 juta pengguna. Dari sisi sistem operasi terbanyak yang mengakses social media, riset penyedia layanan Esia itu juga mengungkapkan bahwa iOS menduduki peringkat teratas diikuti Android dan BlackBerry.
Bakrie Telecom sendiri menilai, tren social media bisa menjadi peluang bisnis yang cukup potensial jika digarap dengan benar. Itu sebabnya, operator yang identik dengan warna hijau ini merilis bundling Esia Max-D. Layanan ini diklaim menawarkan akses data internet cepat dengan harga terjangkau, dan didukung oleh teknologi CDMA EV-DO yang memiliki jalur data khusus terpisah dari voice dan SMS dengan kecepatan maksimum download 3,1 Mbps dan upload hingga 1,8 Mbps. Esia Max-D juga diklaim memberikan kuota 11 kali lebih besar dari 3G, bisa untuk streaming berjam-jam, video chat, upload dokumen besar seperti video, serta aplikasi social media. (dk/mar)