Bidik kelas menengah

MALANG – Nokia kembali mengenalkan produk terbarunya kepada masyarakat. Yakni Asha 501. Ponsel  yang menyasar kelas menengah ini mulai dikenalkan pertengahan bulan lalu, bebarengan dengan Nokia Asha 210. Namun begitu, belum banyak gerai atau outlet yang memiliki stok untuk produk ini. “Disini belum ada stoknya untuk yang Asha 501, tapi untuk yang Asha 210 sudah ready,’’ urai promotor Nokia Wahyu Swasono.
Kendati belum memiliki stok barang, pria yang memiliki wilayah tugas di Toko Tiga Putra ini menjelaskan cukup detail spesifikasi ponsel yang hadir dengan warna-warna ceria.  Dijelaskan oleh Wahyu, bentuk Asha 501 berbeda dengan bentuk Asha 210, yang memiliki keypad. Asha 501 merupakan ponsel touchscreen dengan luas layar 3 inch. Secara bentuk, Asha 501 ini justru lebih mirip dengan seri Lumia 520.  Hanya saja layarnya lebih kecil, yaitu hanya 3 inch sedangkan seri Lumia 520  memiliki luas layar 4 inch.
“Ponsel ini memiliki daya tarik tersendiri dengan full toch screennya. Ditambah dengan teknologi Swipe dan fastlane membuat ponsel ini banyak dicari, dan mengalahkan ponsel ber platform lain,’’ kata Wahyu dengan penuh keyakinan.  Dari semua seri Asha yang jumlahnya 15, Asha 501 ini merupakan produk flagship. Itu karena ponsel ini mendukung platform New Asha.
Selain itu, Nokia Xpress Browser yang ada di Nokia Asha 510 ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggunanya yang gandrung dengan kecepatan dalam pencarian. “Yang jelas dari sekian seri yang ada, Asha 501 ini yang paling wah pokoknya,’’ tambah Wahyu.
Selain itu ponsel berdimensi 58mmX99. 2mmX 12.1mm juga memiliki kamera utama dengan lensa beresolusi 3.2 mega pixel. Kamera tersebut dapat digunakan untuk menjepret foto, dan merekam video.
Daya tarik lainnya, ponsel ini merupakan ponsel dual SIM yang memiliki ketahanan baterai luar biasa. Menurut Wahyu, untuk waktu bicara pada jaringan 2G ponsel ini bisa bertahan hingga  17 jam, dan ponsel ini juga siap memutar musik selama 56 jam non stop. “Kalau dari situs online, ponsel ini dijual dengan harga kurang dari Rp 1 jutaan.  Tapi disini belum tahu, karena prolduknya belum ada,’’ tandas Wahyu.(vik)