Axis Gelar LTE di 40 Kota

MALANG POST - Axis Telekom Indonesia sempat gagal dapat izin saat hendak menguji coba jaringan seluler 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) beberapa waktu lalu. Namun demikian, operator yang mau dibeli XL Axiata ini tak patah arang, bahkan mengaku siap jika diberi izin oleh pemerintah untuk menggelar jaringan layanan. “Kami punya kemampuan untuk gelar LTE dalam jumlah yang besar, sekitar 40-an kota kami sudah siap," kata Daniel Horan, Chief Marketing Officer Axis di Penang Bistro, Oakwood Mega Kuningan Jakarta, kemarin. Keinginan Axis untuk menggelar LTE memang sudah lama menggebu-gebu.
Tingginya trafik data membuat anak usaha Saudi Telecom Company (STC) ini ingin cepat-cepat migrasi ke LTE. Upaya ini pernah dilakukan Axis dengan mengajukan permohonan izin trial LTE di Jakarta dan Jawa Barat, namun sayangnya ditolak. Kementerian Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia menolak permohonan trial Axis di pita 1.800 MHz dengan alasan bisa mengganggu Telkomsel dan XL Axiata yang memiliki kanal terpisah di spektrum itu.
Akhirnya, Axis hanya bisa menguji keandalan LTE secara internal saja dalam ruangan tertutup (indoor trial) dengan perangkat handset dari Nokia yang ditunjang oleh infrastruktur jaringan milik Huawei.
Tak lama berselang, operator seluler Telkomsel yang juga menduduki kanal di rentang frekuensi yang sama dengan Axis, mengajukan izin untuk trial LTE secara live di Nusa Dua, Bali, dalam acara KTT APEC. Yang menjadi pertanyaan, apakah Axis akan kembali mencoba untuk mengajukan permohonan trial? "Kami sekarang berharap bisa langsung roll out, bukan cuma sekadar trial lagi. Infrastruktur kami sudah siap, semua ready, bahkan sampai billing engine kami juga sudah siap. Yang kita butuhkan cuma izin dari pemerintah saja," pungkas Horan. (dk/mar)