Perluas akses point WiFi ID

MALANG – PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) yakin 1500 akses point WiFi ID akan terpasang di sejumlah tempat di wilayah Malang Raya sebelum waktu yang ditargetkan oleh manajemen, yaitu 28 Oktober mendatang.
Hal ini dikatakan oleh General Manager PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) Wilayah Telekomunikasi (Witel) Jawa Timur Selatan Djatmiko. Kepada sejumlah wartawan saat menggelar jumpa pers Mahakarya Merah Putih beberapa waktu lalu, Djatmiko
menjelaskan, WiFi ID ini merupakan salah satu program Mahakarya Merah Putih PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) untuk Indonesia.
Program ini mulai dijalankan sejak awal tahun 2013 lalu. Namun begitu, Djatmiko mengataan pihaknya baru merealisasi program tersebut sejak awal Maret lalu. “Pada 17 Agustus lalu bertepatan dengan peringatan HUT ke 68 Kemerdekaan RI sudah 1346 akses point terpasang, sehingga kami yakin pada hari sumpah pemuda nanti bertepatan dengan launching program Malang Cyber Street 1500 akses point WiFi ID Witel Jatim Selatan sudah terpasang semuanya,’’ urai Djatmiko.
Dijelaskan pula oleh pria berkacamata minus ini, 1346 akses point yang terpasang itu terletak di 382 tempat. Meliputi  kampus, hotel, lembaga pendidikan, Mall, perkantoran, public service dan sekolah-sekolah.
“Kami memang mengutamakan di sekolah-sekolah. Ada 310 sekolah di Malang Raya sudah terpasang WiFi ID, jumlah totalnya 1233 akses point,’’ tambah Djatmiko.
Sementara untuk lainnya, seperti kampus ada 50 akses point, hotel 14, lembaga pendidikan 4, mall 14, perkantoran  22, public service 9.
Tidak hanya jumlahnya yang sudah mendekati target, Djatmiko juga mengatakan jika pertumbuhan pengguna WiFi ID ini terus mengalami peningkatan. Saat ini trafik penggunaan WiFi ID mencapai 83 persen. Ia yakin, program tersebut akan dimanfaatkan oleh masyarakat mengingat pertumbuhan teknologi informasi yang semakin pesat.
Untuk meningkatkan pertumbuhan tersebut, Djatmiko pun mengatakan jika pihaknya terus melakukan sosialisasi dengan sekolah-sekolah.
“Penggunaan WiFi ID ini gratis 15 menit pertama, selanjutnya dikenakan tarif, yang kami kemas melalui Spin Card. Dan Spin Card sendiri kami sediakan mulai harga Rp 5000 untuk 24 jam,’’ katannya.
Terkait dengan program ini, Djatmiko menjelaskan bahwa program ini masuk dalam program Mahakarya Indonesia Digital Network.  Tujuan adanya program ini adalah membangun Indonesia lebih baik sekaligus meningkatkan produktivitasional.
“Dengan adanya program ini kita bisa membuka jendela dunia, dimana saja. Termasuk di rumah, ataupun di sekolah,’’ tandasnya.(vik/fia)