BlackBerry Z10 Turun Harga

MALANG – BlackBerry seolah tidak ingin menghilangkan ciri khasnya, yaitu menyertakan keypad pada setiap produknya. Dan itu terbukti, ponsel yang tidak disertai keypad pada produk BlackBerry kurang diminati. Salah satunya terjadi pada BlackBerry Z10. Jika dibandingkan dengan ‘adiknya’ yakni BlackBerry Q10 dan Q5, ponsel yang menggunakan keypad touch screen model Z10 kurang banyak diminati.  Lantaran kurangnya peminat itulah kemudian membuat harga ponsel yang dikenalkan sejak awal April lalu ini merosot tajam. Beberapa gerai menjual ponsel yang menggunakan operating system (OS) 10 ini dibawah harga Rp 5 juta.
Seperti di gerai ponsel Tiga Putra, BlackBerry Z10 ini hanya dibanderol dengan harga Rp 4,6 jutaan, sementara digerai ponsel seperti Global Teleshop, Oke Shop dan Erafone  ponsel tersebut dibanderol dengan harga Rp 4,7 jutaan.  “Sekarang turun harga dari harga normal sebelumnya Rp 6,4 jutaan,” kata Spesial Sales (SS) BlackBerry Malang, Mega Mustika.  Sebelumnya BlackBerry Z10 ini sempat dijual dengan harga Rp 5,4 jutaan ditambah setiap pembeliannya mendapatkan gratis power bank.
Namun begitu, penurunan harga tersebut ternyata belum mengangkat penjualan Z10. Sehingga ponsel ini kembali diturunkan harganya menjadi Rp 4,7 jutaan.  Sekalipun tidak menyebutkan bahwa turunnya harga BlackBerry Z10 ini lantaran kalah pamor dengan dua generasi setelahnya, namun Mega mengatakan pengguna BlackBerry tetap memilih ponsel dengan menggunakan keypad QWERTY.  Jika Z10 turun harga, sebaliknya dengan Q5. Generasi terbaru BlackBerry 10 ini justru mengalami kenaikan harga.
Menurut Mega, yang memiliki wilayah tugas di Malang Town Square (Matos)  mengatakan terakhir harga Q5 mencapai Rp 3,8 jutaan. Namun setelah ponsel tersebut dilaunching harganya naik menjadi Rp 4,1 jutaan.  “Untuk harga Q10 masih tetap, Rp 7,4 jutaan belum ada penurunan, justru Q5 yang naik, sekitar Rp 300.000,” terang wanita asal Palembang ini. Menariknya, sekalipun mengalami kenaikan harga, BlackBerry Q5 cukup sulit dicari. “Sementara ini masih kosong, kalau ada yang ingin membeli harus lebih dulu inden,” tandasnya. (vik/mar)