Luncurkan Layanan Remitansi Cepat

MALANG – Kemarin (15/9) merupakan hari bersejarah bagi PT Telkom Indonesia Tbk. Itu karena perusahaan plat merah ini melaunching salah satu program mahakaryanya, yaitu Delima Chandra Remittance.
Launching program ini cukup menarik, lantaran tidak digelar di Kota Besar, tapi sebaliknya pihak PT Telkom Indonesia memilih Dusun Barakan, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Dihadiri langsung oleh General Manager PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) Wilayah Telkom (Witel) Jatim Selatan, Djatmiko, Direktur Bisnis PT Finnet Indonesia Niam Zikri, muspika Kecamatan Kasembon, dan para tokoh masyarakat setempat, launching produk ini berlangsung lancar.
“Delima Chandra Remittance ini merupakan layanan pengiriman yang dari Hongkong ke tanah air tanpa rekening bank, tanpa potongan dan dapat dicairkan real time. Program ini berada dalam pengawasan PT Finnnet Indonesia, yang merupakan anak perusahaan PT Telkom Indonesia,’’ kata Djatmiko dalam sambutannya kemarin.
Djatmiko sendiri mengatakan, sebetulnya launching program Delima Chandra Remittance ini dilakukan di Hongkong, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara direktur utama Finnet Indonesia, Otonglip, dengan Presiden Direktur Chandra Remittance, Tjhin Wahyudi Chandra, yang disaksikan langsung oleh Direktur Enterprise and Business Telkom, M Awaludin.
Setelah proses penandatanganan selesai, kegiatan di Hongkong dilanjutkan dengan simulasi pengiriman uang dari salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sana kepada keluarganya di Desa Pait.
Proses ini sangat menarik, karena pihak PT Telkom langsung membuka teleconference. Sehingga praktik pengiriman uang itupun dapat disaksikan oleh seluruh warga. “Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa layanan ini betul-betul real time,’’ kata pria berkacamata minus ini.
Dalam sambungan tersebut terlihat salah satu TKI di damping oleh Otonglip, Tjhin Wahyudi Chandra M Awaludin, melakukan pengiriman uang melalui Delima Chandra Remittance. Dan luas biasa, tiga menit kemudian, Sugito salah satu warga yang menerima kiriman uang tersebut mendapatkan SMS pemberitahuan melalui ponselnya.  Selanjutnya, Sugito yang didampingi oleh Djatmiko dan Niam Djikri serta para tokoh masyarakat langsung menunjukkan SMS tersebut kepada seorang agen. Dan pihak agen ini langsung melakukan pengecekan, pada alat mobile Delima. Setelah ditemukan kecocokan, uang pun langsung dicairkan oleh pihak agen untuk kemudian diberikan kepada Sugito.
Tepuk tangan meriah, dan acungan jempol pun seketika membahana, setelah Sugito menerima uang tersebut dari agen. Sugito juga tidak segan-segan menunjukkan uangnya di hadapan kamera karena proses pencairan ini juga terlihat dari Hongkong.
“Ternyata cepat ya, lebih cepat dibanding kita menerima uang melalui bank, atau jasa remitansi lain,’’ kata salah seorang warga.
Sebetulnya selain Sugito, ada beberapa orang lagi yang menerima. Dan kemarin, penerimaan tersebut juga terlihat dalam rekaman video conference. “Semuanya sukses, baik yang di sini, di Turen, Ngawi dan Madiun, semuanya sukses,’’ kata Djatmiko.
Ia menambahkan, layanan Delima sendiri dibagi dua kategori, yaitu Delima Point dan Delima Mobile. Delima point artinya, penerima datang ke tempat agen untuk mencairkan, sedangkan Delima Mobile penerima hanya perlu menelpon, kemudian pihak agen yang datang.
“Praktek penerimaan uang ini sengaja kami lakukan di lima tempat termasuk disini, karena secara sosial, tempat tersebut merupakan basis atau kantong-kantong TKI. Dan kami lebih dulu melaunching program ini di Hongkong, alasannya jelas karena penyumbang devisa terbanyak dari sana,’’ katanya.
Sementara warga sendiri mengaku puas dengan layanan ini. Kepada Malang Post, Eva Soraya, salah satu warga mengatakan akan meminta anggota keluarganya yang bekerja di Hongkong untuk mengirimkan uang via Delima Remittance.
“Kalau prosesnya cepat seperti ini, dan tidak ribet,  ya enak. Nanti kakak, saya suruh mengirimkan uang menggunakan jasa seperti ini saja,’’ kata Eva.(vik/fia)