BBM Yakin Unggul di Dunia Messenger

MALANG POST  - BlackBerry percaya diri bahwa BlackBerry Messenger (BBM) dapat bersaing dengan aplikasi pesan instan lain, seperti WhatsApp, Line, KakaoTalk, dan WeChat.
Keputusan melepas BBM ke platform lain bertujuan memperkuat bisnis perangkat lunak dan menambah jumlah pengguna BBM agar BlackBerry tak selamanya mengandalkan bisnis perangkat keras.
Senior Director Marketing Asia Pacific BlackBerry, Krishnadeep Baruah meyakini, BBM punya peluang besar di tengah bisnis aplikasi pesan instan yang sedang tumbuh pesat.
"Kami yakin bisa menjadi pemimpin dalam pesan instan karena BBM memiliki keunggulan yang tidak dimiliki kompetitornya," ujarnya.
Keunggulan pertama yang dimaksud Baruah adalah soal keamanan. Otentifikasi BlackBerry dilakukan melalui personal identification number (PIN), bukan melalui nomor ponsel, yang bagi sebagian orang merupakan hal privat.
Baruah mengatakan, dengan basis PIN ini seseorang tidak dapat mengetahui nomor ponsel pengguna lain sehingga privasinya tetap terjaga.
"BBM juga terkenal dengan sistem keamanan dan integrasi dengan solusi komunikasi BlackBerry Enterprise Service (BES) untuk korporasi," jelasnya.
"Senjata" kedua, BBM punya ciri khas penanda jika sebuah pesan sudah terkirim dengan tanda huruf "D", dan jika pesan sudah dibaca maka akan diganti dengan tanda "R." Fitur ini, menurutnya, disukai para pengguna untuk mengetahui status sebuah pesan.
Perusahaan mengklaim, ada 10 miliar pesan yang diterima dan dikirim dari BBM setiap harinya, dan saat ini BBM memiliki 60 juta pelanggan aktif. Perusahaan meyakini jumlah pelanggan BBM akan tumbuh pesat setelah hadir di Android dan iPhone.
"Apalagi kami juga akan akan terus menambahkan fitur baru di BBM, termasuk BBM Voice, BBM Video, sampai BBM Channels. Ini akan memperkaya pengalaman pengguna," tambah Baruah.
Para kompetitor BBM saat ini memiliki jumlah pengguna yang lebih besar. WhatsApp saat ini memiliki 200 juta pelanggan, WeChat 300 juta pelanggan, Line 130 juta pelanggan, KakaoTalk 80 juta pelanggan, Facebook Messenger 56 juta pelanggan, dan Skype 240 juta pelanggan. (fia)