Perangkat Hambat Pengembangan 4G

MALANG POST – Penyedia layanan telekomunikasi, Indosat, menilai realisasi layanan 4G di Indonesia masih memiliki kendala, salah satunya ketersediaan perangkat. Meskipun, saat ini, pihaknya terus memaksimalkan jaringan UMTS 900MHz guna memperkuat layanan internet yang disesuaikan dengan ketersediaan perangkat di Indonesia.
President Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan, Indosat siap bersaing dalam menggelar layanan 4G di Indonesia. Akan tetapi, ia menilai bahwa penerapan jaringan telekomunikasi generasi keempat itu dinilai belum pas saat ini.
"Masalahnya perangkatnya siap atau nggak? Indosat bisa saja mengaktifkan LTE. Tapi kebanyakan masyarakat Indonesia itu masih menggunakan jaringan 2G dan perangkatnya masih belum mendukung," kata Alex.
Jika terpaksa menggelar 4G, Alex menambahkan, frekuensi 2G bisa terancam. Oleh karena itu, Indosat tak mau mengorbankan pengguna 2G dan 3G untuk mengedepankan 4G.
Sementara itu, kehadiran jaringan UMTS 900MHz yang bisa menyuguhkan kecepatan data hingga 42MBps, dinilai Alex sudah cukup dalam memenuhi kebutuhan akses internet pelanggannya.
"Tanpa perlu ada 4G, dengan kecepatan seperti ini sudah cukup," imbuh CEO Indosat. Meskipun ia pun tak menampik akan menggelar layanan 4G apabila ketersediaan perangkat dirasa telah cukup.
Untuk diketahui, guna memaksimallkan jaringan UMTS 900MHz, Indosat melakukan kerjasama dengan berbagai vendor smartphone untuk menyediakan handset yang mendukung jaringan Indosat. (ozn/fia)