Senjata Nokia Itu Bernama Asha

MALANG – Seri Asha menjadi senjata Nokia dalam penjualan. Itu terbukti, hampir seluruh produk Nokia seri Asha ini laku dipasaran.  Seri Asha sendiri kali pertama dirilis akhir 2011 lalu, yakni Asha 200 dan Asha 300.  Kedua seri pertama tersebut merupakan ponsel berbentuk candybar, alias mengandalkan keypad untuk seluruh aktifitasnya.
Di awal kehadirannya, Nokia sudah menawarkan banyak fitur dan keunggulan pada ponsel ini. Diantaranya adalah adanya 40 game gratis yang dapat diunduh melalui Nokia Browser, dan akses internet lebih murah, karena ponsel ini dilengkapi dengan sistem kompres data hingga 85-90 persen.
Sejak awal hingga sekarang, sudah ada 14 seri Asha yang diluncurkan. Yaitu masing-masing Asha 200, 202, 205, 210, 300, 302, 303, 305, 306, 308, 309, 310, 311 dan terakhir adalah seri 501.
“Produk pertama seri Asha berbentuk candy bar, tapi seiring waktu Nokia juga memunculkan produk seri Asha dengan model touchscreen. Seperti 305, 306, 308,309, 310, 311 dan terakhir adalah 501 ini,’’ terang Promotor Nokia, Wahyu Swasono kepada Malang Post kemarin.
Seperti produk atau seri Nokia lainnya, pada seri pertamanya Nokia hanya menanamkan fitur standart. Namun seiring waktu, fitur-fitur tersebut terus mengalami kemajuan, hingga kemudian Nokia menanamkan koneksifitas WiFi, serta Bluetooth. Dan beberapa ponsel seri Asha ini juga sudah dilengkapi dengan jaringan 3G.
“Dengan adanya WiFi dan 3G, Asha menjadi ponsel berkelas, apalagi Asha 210 dan 501 ini, hampir semua media social bisa diakses melalui ponsel ini. Dan ini merupakan kelebihan dari Asha,’’kata pria asal Blitar ini.
Seperti ponsel lainnya, Nokia juga tidak hanya menanamkan single SIM pada seri Ashanya. Terbukti, beberapa seri Asha juga ditanam dual SIM. Dan versi dual SIM ini ternyata cukup memikat hati para pengguna terutama mereka yang menggunakan lebih dari satu nomor. Selain banyak inovasi, seri Asha ini juga dijual dengan harga terjangkau.
“Nokia Asha ini membidik segmen menengah. Asha hadir sebagai ponsel yang kaya fitur, bahkan dibandingkan dengan sekelasnya, teknologi Asha ini lebih ciamik,’’ tandas Wahyu.(vik/fia)