Penjualan BB Terkendala BBM Lintas Platform

Gosip BlackBerry akan ditinggalkan pelanggan, sedikit demi sedikit mulai terlihat. Itu terbukti dengan turunnya angka penjualan perangkat yang mengandalkan pengiriman pesan instan BlackBerry Messenger (BBM)  ini. Disejumlah toko modern, penjualan BlackBerry turun cukup signifikan.
Seperti Erafone Mall Olympic Garden (MOG), penjualan BlackBerry Agustus lalu mencapai 34 unit, sedangkan pada bulan September penjualannya hanya 29 unit. Sementara di Global Teleshop MOG penurunan penjualan BlackBerry hampir mencapai 30 persen, pada bulan September lalu.
Sales Division Global Teleshop, Sylvi Novita menyebutkan, penjualan BlackBerry pada bulan Agustus lalu mencapai 139 unit, sedangkan September hanya  95 unit saja.”Ada penurunan, lebih dari 20 persen,’’ kata wanita asal Singosari ini.
Penurunan penjualan paling drastis terlihat di Oke Shop MOG. Penjualan perangkat besutan perusahaan asal Kanada ini menurun hingga 50 persen. Marketing Oke Shop MOG Safitri Maria Dewi mengatakan bulan Agustus lalu, penjualan BlackBerry berbagai tipe mencapai 58 unit, sedangkan pada bulan September lalu penjualan BlackBerry hanya 28 unit saja.
Selain di toko modern, penurunan penjualan BlackBerry juga terlihat di toko-toko tradisional, seperti di Karna Jaya Cell, Shinta Cell, dan Tiga Putra. Tidak main-main, penurunan lebih 20 persen.
“Kalau Agustus lalu bisa laku lebih dari 50 unit, tapi September hanya 30 an unit saja,’’ kata Badri pemilik Karna Jaya Cell.
Tidak hanya BlackBerry baru saja, yang mengalami penurunan. BlackBerry bekas pun demikian. Edy Purwanto pemilik NFC Cell Malang Plasa mengatakan banyak pengguna BlackBerry yang justru menjual perangkatnya untuk kemudian pindah pada perangkat berbasis android.
“sekarang Samsung yang paling banyak penjualannya. Banyak orang beralih pada Samsung dibandingkan BlackBerry,’’ ucap Edy sembari mengatakan, Samsung Galaxy Grand paling laris.
Penurunan perangkat BlackBerry ini bisa jadi dikarenakan munculnya aplikasi BBM lintas platform. Sekalipun belum bisa digunakan secara maksimal, namun banyak orang percaya suatu saat nanti BBM bisa digunakan pada perangkat mereka. Selain itu, kondisi perusahaan BlackBerry yang diisukan bangkrut, juga mempengaruhi penjualan.
“Orang akan berpindah pada perangkat android atau iPhone yang support dengan BBM. Apalagi iPhone dan perangkat Android memiliki beragam aplikasi menarik,’’ ucap Silvy.
Kondisi terbalik terlihat pada penjualan Samsung. Penjualan perangkat asal Korea Selatan tersebut justru mengalami kenaikan dua bulan terakhir. Seperti di Oke Shop, Samsung all tipe terjual 41 unit, dan September 57 unit, sedangkan di Global Teleshop Samsung terjual pada bulan Agustus 85 unit, September ada kenaikan 97 unit.
Namun begitu, di Erafone juga mengalami penurunan, pada bulan Agustus perangkat Samsung laku hingga 119 unit dengan value lebih dari Rp 508 juta, namun pada bulan September mengalami penurunan yaitu hanya terjual 95 unit dengan value sekitar Rp 412 juta.  
“Kenaikan justru terjadi pada penjualan Sony Experia. Penjualan Sony Xperia bulan Agustus 13 unit, dan September 17 unit, sedangkan lainnya mengalami penurunan,’’ ungkap Customer Service Erafone Ivan Catur kepada Malang Post kemarin.(vik/fia)