Indosat Adopsi Jaringan Hijau Fluidic

MALANG POST - Pengembangan jaringan telekomunikasi tak lagi sekadar dipandang dari sisi performa. Unsur ramah lingkungan juga telah mengambil perannya di sini.  Hal ini pula yang tengah digalakkan Indosat.
Menggandeng Fluidic Energy, Indosat berharap dapat mewujudkan mimpi membangun industri telekomunikasi dengan teknologi yang bersih dan ramah lingkungan. Dengan mengadopsi solusi dari Fluidic, Indosat secara substansial diklaim telah mengurangi emisi CO2 dari genset diesel dan polusi air tanah dari baterai timbal yang biasa digunakan sebagai sumber daya untuk site telekomunikasi selama ini.
Solusi daya Fluidic didasarkan pada teknologi baterai Zinc-Air yang telah dipatenkan dan dianggap sebagai terobosan pada pembuatan solusi daya tambahan bersih. "Perluasan pemasangan teknologi dari Fluidic ini merupakan bukti bahwa produk Fluidic mampu hadir dan menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan ketersediaan dan kualitas jaringan bagi semua pelanggan Indosat, termasuk bagi pelanggan yang berada di daerah dengan ketersediaan daya yang terbatas, dan menjadi komitmen kami untuk menghemat energi dalam jaringan infrastruktur Indosat," kata President Director & CEO Indosat Alexander Rusli.
Selain menerapkan baterai Zinc-Air dalam proyek ini, program penghematan pemakaian energi telah dilakukan antara lain dalam penggunaan BTS hemat energi dengan menempatkan peralatan pemancar radio di tiang menara yang merupakan bagian dari program modernisasi jaringan. Serta penggunaan BTS tenaga surya di berbagai remote area yang belum terjangkau energi listrik/PLN.
Indosat sendiri telah mendapatkan penghargaan Indonesia Green Award 2013 dari Yayasan La Tofi untuk penerapan baterai cadangan BTS ramah lingkungan dan penghargaan internasional Global Telecoms Business Innovation Awards 2013 dari Global Telecom Business untuk keberhasilan mengatasi hambatan biaya, backhaul dan daya dalam menggelar BTS dengan tenaga surya sebagai 'solusi pedesaan untuk masalah pedesaan'. (dtc/fia)