Enam Produk Teknologi yang Lahir Prematur

TAK semua produk teknologi bisa diterima dengan baik. Bahkan beberapa di antaranya dianggap jelek karena memiliki fungsi yang belum bisa diterima masyarakat. Contohnya saja Smartwatch. Jam tangan pintar itu kini semakin populer dan mendapat sambutan hangat di kalangan pecinta gadget. Padahal produk ini sudah ada sejak lama. Kemudian juga ada istilah cloud computing untuk game. Ini juga produk lama, tapi kini baru diramaikan dan digandangkan menjadi platform masa depan industri game. Berikut beberapa produk dengan teknologi canggih yang terlahir premature, seperti dikutip dari Techspot.

1.    Layanan on-demand Sega
Layanan cloud untuk game seperti OnLive dan Gaikai mungkin sedang populer, dan menjadi pertaruhan industri game di masa depan. Tapi konsep ini sudah perkenalkan Sega sejak tahun 1994. Saat itu Sega Channel, nama layanannya, memungkinkan konsol Genesis untuk dihubungkan ke jalur TV kabel. Lewat cara ini para gamer bisa memainkan 50 game yang berubah setiap bulannya.
Hal ini pun langsung disambut baik oleh para penyedia layanan TV kabel di Amerika Serikat. Tapi itu saja sepertinya belum cukup. Meski promosinya digeber habis-habisan, namun nyatanya Sega hanya mendapatkan 250 pelanggan. Akhirnya layanan tersebut terpaksa ditutup pada bulan Juli 1998.

2.    Internet TV
Layanan internet TV sejatinya sudah bisa dinikmati sejak era 90-an. Tapi tidak menggunakan komputer atau televisi pintar seperti sekarang ini. Dulu, Microsoft menciptakan keyboard untuk 'menyulap' TV biasa menjadi TV pintar. Alat itu bisa digunakan untuk berselancar di internet dengan layar kaca tanpa membutuhkan komputer. Di tengah harga PC yang saat itu masih sangat mahal, set top box bernama WebTV itu dijual sekitar USD 350. Jauh lebih murah dibanding harga komputer yang mencapai ribuan dolar.
Sejak awal kemunculannya, WebTV memang tidak disambut dengan baik, namun Microsoft tetap mempertahankan produk itu yang akhirnya berganti nama menjadi MSN TV. Namun entah mengapa pada Juli 2013 lalu Microsoft akhirnya menutup MSN TV. Padahal layanan ini sudah menginspirasi para kompetitornya seperti Apple TV atau Roku Box.

3.    Situs Jejaring Sosial Pertama
Sebelum lahir Friendster, MySpace atau Facebook, Live Journal bisa dibilang sebagai situs jejaring sosial pertama. Situs ini dibuat oleh Brad Fitzpatrick pada tahun 1999. Tujuannya sederhana, yakni untuk tetap terhubung dengan teman-temannya di masa SMA. Tapi akhirnya situs ini dibuka untuk publik, hanya saja tak serta merta langsung mendunia.
Ada dua cara untuk membuat akun pada situs tersebut, bisa diundang teman atau membayar ke pemilik situs. Cara inilah yang dianggap membuat Live Journal tak berkembang. Situs ini sejatinya terus dikembangkan hingga 2005, namun akhirnya tak berkutik melawan pada situs jejaring sosial lainnya yang sudah meraksasa.

4.    Kontroler Sensor Gerak Nintendo
Jauh sebelum keberadaan Kinect atau PlayStation Move, Nintento sudah memiliki sensor gerak bernama The Power Globe. Bentuknya seperti sarung tangan, tapi dilengkapi dengan berbagai kabel dan tombol. Perangkat ini diperkenalkan pada tahun 1989 dan merupakan aksesori resmi konsol Nintendo saat itu. Konsep yang ditawarkan memang cukup menggiurkan, yakni mengendalikan game melalui berbagai gerakan tangan. Tingkat responsifnya pun diklaim baik.
Tapi sayangnya hanya ada dua judul game saja yang mendukung kontroler tersebut. Para gamer juga mengeluh karena gerakan pemain terasa lambat dan kurang responsif. Kontroler itu pun akhirnya hanya mampu terjual 100.000 unit. Nintendo pun langsung menghentikan basis produksinya.

5.    Smartphone Pertama
Pernah dengar nama Palm Treo? Itu adalah smartphone pertama yang dibuat oleh Handspring pada tahun 2002. Produk ini kemudian dipasarkan secara luas pada 2004. Di era 2000-an, Treo adalah smartphone yang tidak terkalahkan. Punya berbagai macam model dengan dukungan fitur yang wah. Misalnya saja gabungan layar sentuh dan keyboard, bluetooth, kamera dan OS Palm 5 yang kaya fitur.
Sekitar tahun 2007, barulah iPhone muncul dengan fitur unggulan yang sejatinya sudah ada pada Treo. Tapi entah mengapa, kondisi keuangan Palm malah kian memburuk. Tak berselang lama akhirnya Palm jatuh ke tangan Hewlett-Packard (HP) dengan mahar USD 1,2 miliar. HP memang coba mengembalikan kejayaan Palm, tapi tampaknya tidak berhasil.


6.    Jam Tangan Pintar Microsoft
Microsoft dulu sudah punya jam tangan pintar yang mereka sebut Smart Personal Object Technology (SPOT). Tak hanya sebagai petunjuk waktu, tapi jam tangan ini bisa memberikan informasi seputar cuaca, olah raga, dan berita terkini melalui gelombang FM. Saat diluncurkan banyak mencibir produk tersebut, terutama karena bentuknya yang tebal dan desain tidak sesuai selera pasar. Alhasil, gadget seharga USD 150 ini dihentikan produksinya oleh Microsoft. (dk/mar)