BlackBerry Jadi Sasaran Hoax

FITUR Broadcast Message di aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) kembali disalahgunakan untuk penyebaran berita palsu (hoax). Kali ini yang kena getahnya justru penyedia layanan tersebut, BlackBerry.
Pesan palsu yang beredar sejak Senin (28/10) itu menebarkan ancaman bahwa layanan BBM akan dimatikan (shutdown) pada pukul 12.00 tadi malam.
Ancaman lain, semua kontak BBM akan hilang jika pengguna tidak ikut menyebarkan pesan tersebut ke seluruh daftar kontaknya. Tak hanya itu, "hukuman" mengabaikan pesan palsu tersebut adalah akun BlackBerry ID dan nomor PIN pengguna akan dihapus dalam 48 jam ke depan.
Jika dibaca sekilas, maka pesan tersebut tampak meyakinkan. Namun, ada beberapa kejanggalan dari pesan yang sebelumnya sudah beredar saat peluncuran BBM lintas platform beberapa waktu lalu.
Kejanggalannya, selain salah menggunakan nama RIM (seharusnya BlackBerry), sang pembuat hoax pun salah soal nama CEO BlackBerry saat ini. Yang benar adalah Thorsten Heins, bukan Jim Balsamic.
Yang menarik, nama Jim Balsamic pernah "menjabat" sebagai CEO WhatsApp di pesan palsu yang beredar beberapa waktu lalu. Bisa jadi penyebar hoax WhatsApp ini adalah orang yang sama dengan penyebar isu bahwa BBM akan "shutdown" ini.
Ini isi lengkap pesan palsu tersebut, seperti dikutip dari BlackBerryOS, "Bbm is shutting down at 12.00 Oclock tonight if you don't broadcast this you'll your contact. Message from Jim Balsamic (CEO of RIM. Blackberry) we have had an over usage of user names on Blackberry Messenger. We are requesting all users to forward this message to their entire contact list. If you do not forward this message, we will take it as your account is invalid and it will deleted within the next 48 hours. Please DO NOT ignore this message or blackberry will no longer recognise your pin. If you wish to re-activate your account after it has been deleted, a charge of 25.00 will be added.

Jika Anda menerima pesan di atas melalui BBM, abaikan, jangan disebarluaskan, dan langsung hapus saja.
BlackBerry pun sudah membantah isu BlackBerry Messenger tersebut. "HOAX ALERT: #BBM will NOT shut down at midnight. But hey, look how great Broadcast Messaging works," tulis BlackBerry dalam akun Twitter resmi @BBM, Selasa (29/10).
Atas hoax ini, BlackBerry justru mengatakan, betapa andalnya fitur broadcast message (BC) untuk penyebaran informasi dengan cepat dan masif.
Seperti diketahui, BlackBerry telah meluncurkan kembali aplikasi BBM untuk iPhone dan Android pada Selasa (22/10). Dalam sehari, aplikasi BBM lintas platform telah diunduh sebanyak 10 juta kali.
Dengan membengkaknya jumlah pengguna BBM, hal itu sudah pasti akan "membantu" penyebaran kabar palsu di atas. Sepertinya inilah alasan BlackBerry begitu cepat menanggapinya. Hal yang tak biasa dilakukan BlackBerry di masa lalu. (kps/fia)