Dolphin Seriusi Pasar Indonesia

PERUSAHAAN MoboTap yang mengembangkan aplikasi peramban (browser) Dolphin, memperluas bisnisnya di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Dolphin mengumumkan versi baru yang disesuaikan dengan pasar di Indonesia, sekaligus mengumumkan tim yang akan mengembangkan bisnis di Indonesia.
MoboTap berbasis di San Francisco, AS, dan memiliki kantor pengembangan di China dan Jepang. Perusahaan menunjuk Tyovan Ari Widagdo sebagai perwakilan Dolphin di Indonesia. Mereka percaya diri aplikasi browser akan menjadi kebutuhan penting bagi pengguna ponsel pintar dan tablet untuk mengakses konten di internet.
“Indonesia adalah pasar smartphone terbesar kelima di dunia, dengan perkiraan 42 juta pelanggan dan berkembang empat kali lebih cepat dari rata-rata global,” kata Edith Yeung, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Dolphin.
Dolphin telah merancang sejumlah strategi bisnis di Indonesia. Tyovan mengatakan, ia dan tim akan menjalin kerjasama dengan perusahaan dari Indonesia, seperti produsen perangkat mobile hingga perusahaan telekomunikasi.
"Saat ini Dolphin memiliki 750 ribu pengguna di Indonesia, dan akan terus tumbuh karena kami melihat grafik yang terus meningkat dan tentunya pasar Indonesia sangat potensial," ujar Tyovan.
Dolphin tersedia untuk perangkat dengan desain layar sentuh penuh, termasuk Android dan iOS. Dalam waktu dekat, Dolphin juga akan tersedia untuk Windows Phone. Tyovan mengklaim, saat ini Dolphin telah diinstalasi sebanyak 80 juta kali di seluruh dunia.
Browser yang menggunakan logo ikan lumba-lumba hijau itu, membawa default bookmark situs web populer di Indonesia, termasuk Kompas.com, Kaskus, dan Beritagar. Dolphin juga menyediakan wallpaper yang sesuai dengan nuansa lokal dan pilihan bahasa Indonesia.
Selain itu, Dolphin juga menghadirkan fitur yang disebut Smart Gesture, Intuitive Sonar, Playful Addons, dan Fast Engine. (kps/fia)